alexametrics

Penipuan Online 12 WNA Taiwan segera Disidang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perkara 12 tersangka dan barang bukti dugaan pelanggaran keimigrasian yang menjerat Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan telah dilimpahkan dari penuntut umum (PU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk segera disidangkan. Adapun ke-12 pelaku tersebut adalah Chien Chih Hao, Hung Jen Kai, Chiang I Chun, Deng Yu Chen, Ho Jung Hsien, Huang Yu Tun, Hung Chia Wen, Chen Fang Ping, Jheng Shun Sian, Liu Tzu Lu, Hsu Shun Kai dan Shen Chia Chi. Perkara mereka dilimpahkan sejak 2 September kemarin, dengan jaksa penuntut Luqman Edy A.

“Sudah kami limpahkan 2 September lalu, nanti ditangani jaksa Luqman. Sidang perdananya diagendakan 10 September. Dalam kasus itu perkaranya diperiksa secara terpisah,”kata Kepala Kejari Semarang Dwi Samudji melalui Kasi Intelijen Nur Winardi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (5/9).

Baca juga:  Seleksi CPNS, 3  Hari Dibuka, Baru 322 Pendaftar

Dijelaskan, pengungkapan kasus itu terjadi pada 18 April 2019 sekitar pukul 15.00 ketika tim Kantor Imigrasi Kelas I Semarang melakukan operasi pengawasan orang asing. Saat itu, ditemukan para pelaku yang akan disidang dalam berkas terpisah, sedang melakukan kegiatan penipuan online dengan barang bukti berupa telepon duduk, wifi line, router, handphone, keyboard, paspor, printer, handy talky (HT), laptop serta naskah dan biodata calon korban berbahasa mandarin dan uang tunai sebesar Rp 35 juta.

“Perbuatan pelaku akan diancam pidana dalam pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, tapi jelasnya disidang saja nanti,”ujarnya.

Sebelumnya, petugas Imigrasi Semarang menangkap 40 WNA asal Taiwan dan China. Petugas mengamankan mereka dari sebuah rumah mewah di Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11 Kota Semarang pada 18 April 2019. Sekelompok WNA tersebut diduga merupakan pelaku kejahatan penipuan menggunakan alat komunikasi elektronik terhadap warga asing di Taiwan maupun China.

Baca juga:  The Park Semarang Proses Konstruksi

Atas penangkapan itu, Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) Jawa Tengah Ramli HS menyampaikan 11 dari 40 warga negara asing (WNA) yang telah diamankan petugas Imigrasi Semarang merupakan buronan interpol. Adapun 11 buronan tersebut melakukan penipuan kepada korbannya melalui sambungan telepon yang dilakukan dari luar negeri untuk menghasilkan uang.

“Mereka melakukan hal itu di Jepang, kemudian kabur ke Indonesia untuk melakukan aksi serupa. Di Jepang melakukan hal yang sama, dari sana diminta oleh orang yang memobilisasi mereka untuk mengamankan diri ke Indonesia,”jelasnya.

Disebutkannya, pihak keimigrasian mulai curiga karena banyak WNA Taiwan dan China usia muda datang ke Semarang. Penelusuran dilakukan hingga kecurigaan mengerucut pada rumah mewah di Puri Anjasmoro yang dihuni banyak WNA sejak sebulan terakhir.

Baca juga:  Dalam PN Gratis, Luar PN Ilegal

“Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Jateng berkoordinasi dengan Polda Jateng terkait tindak pidana yang mereka lakukan,”katanya. (jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya