alexametrics

Berhijrah menjadi Lebih Baik di Tahun Baru Hijriyah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –Tahun baru Hijriyah diperingati Jawa Pos Radar Semarang dengan menggelar pengajian dan doa bersama di pool side kantor Jalan Veteran 55 Semarang, Kamis (5/9) sore. Karyawan muslim mengenakan pakaian koko berpeci. Sementara karyawati mengenakan pakaian lengan panjang berkerudung. Yang menyenangkan, selalu ada tempat untuk karyawati nasrani, dengan pakaian menyesuaikan.

Ceramah dimulai sekitar pukul 15.30 dan disampaikan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi. Dalam ceramahnya, direktur menyampaikan kisah Nabi Nuh yang tanpa lelah memperingatkan kaumnya, siang dan malam, sebelum azab pedih datang kepada mereka. Umat Nabi Nuh yang kufur selalu menutup telinga saat diingatkan, bahkan menutup wajahnya dengan baju yang dikenakan setiap bertemu Nabi Nuh.

”Mari kita teladani untuk saling mengingatkan. Ketika nabi sudah tidak ada, lalu siapa yang harus mengingatkan? Ulama atau ahli ilmu. Mudah-mudahan kita menjadi ahli ilmu atau setidaknya menjadi murid ulama,” ajak direktur yang duduk di belakang meja kecil dengan botol minuman kecil di atas meja.

Baca juga:  Pameran UMKM Bangkit Ekonomi Warga

”Pada momentum tahun baru hijriyah ini, mari kita berhijrah menjadi lebih baik. Dengan saling mengingatkan. Supaya Allah memberikan pengampunan dari segala dosa dan ditunda ajal kita,” tambahnya.

Tentang ajal, direktur mengingatkan. Saat tiba waktunya, tidak ada yang bisa menunda ataupun memajukannya barang sedetikpun. Oleh karenanya, direktur mengajak untuk tidak menyia-nyiakan umur yang diberikan Tuhan. ”Kita bikin amal yang baik. Kerja yang baik. Mendoakan orangtua, anak, cucu dan saudara-saudara kita. Memiliki rezeki sedikit kita amalkan kepada saudara kita. Meskipun sekadar untuk makan bersama,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, jelas direktur, agar ada manfaat atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Sebab rezeki adalah titipan. ”Sayangnya, tidak pernah kita tanyakan untuk siapa saja rezeki yang diberikan kepada kita,” ujar direktur dengan menambahkan bahwa harta tidak akan dibawa hingga ke liang lahat.

Baca juga:  Hakim Antonius Tutup Usia

Semua karyawan menyimak dengan seksama ceramah yang disarikan dari surat An Nuh oleh Ustad Baehaqi. Tidak hanya menjlentrehkan kandungan surat tersebut, di akhir ceramahnya, direktur mengajak semua karyawan membaca surat An Nuh secara bersama-sama. Ditutup dengan doa akhir tahun dan awal tahun.

Usai acara, direktur membagikan minuman dari botol kecil yang berada pada meja kecil di hadapannya. Muhammad Haryanto adalah karyawan yang mendapatkan kesempatan spesial. Mendapat kesempatan pertama. Isi botol kecil berwarna menyerupai teh tersebut dituangkan pada gelas yang dipegang Agus, sapaan beken wartawan desk kepolisian tersebut. ”Ini sari buah delima dari kaki Gunung Muria,” ujar direktur disambut senyum Haryanto. Senyum-senyum malu.

Baca juga:  Produksi Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Terus Menurun

”Semoga bisa hijrah di bulan hijriyah ini,” doanya.

Satu botol kecil kemudian dibagikan kepada sejumlah karyawan lainnya. Sedikit-sedikit, tapi merata. Terasa kebersamaannya. ”Kayak gula aren ya…,” ujar Arif Riyanto, Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang setelah menjajal minuman dari direktur.

”Sipp Pak. Nanti lagi ya Pak,” ujar Haryanto saat ditanya direktur mengenai rasa minuman tersebut. (sga/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya