alexametrics

Pungli Parkir, Oknum Dishub Pakai Karcis Palsu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang diduga menyebar karcis palsu untuk melakukan pungutan liar (pungli) parkir. Hal itu terungkap dari temuan dan pengakuan salah satu juru parkir (jukir) di Jalan KH Agus Salim, Darno, 59, di sela-sela razia KTA jukir oleh petugas Dishub Kota Semarang, Rabu (4/9). “Saya diberi satu bendel (karcis parkir),” ujar Darno.

Satu bendel tersebut berisi ratusan karcis parkir palsu. Dikatakan Darno, ia bisa menghabiskan satu bendel karcis palsu tersebut selama kurang lebih satu pekan. Pengakuannya, ia mendapatkan dari salah satu oknum Dishub Kota Semarang berinisial B. Pola setorannya, 60 persen dan 40 persen. Sebanyak 60 persen pendapatan parkir satu hari untuk jukir, dan 40 persen sisanya disetorkan ke oknum. Dalam satu hari rata-rata Darno menyetorkan uang parkir tersebut sebesar Rp 45 ribu.

Ia mengaku sudah menjadi jukir di jalan tersebut sejak 1998. Namun untuk pemakaian karcis parkir palsu tersebut baru beberapa tahun terakhir. Ketika ditanya, ia juga tidak mengetahui ternyata karcis yang diberikan kepada dirinya itu palsu.  Sepintas memang karcis tersebut terlihat asli. Di mana ada logo Pemkot Semarang. Namun ternyata ketika dicek oleh Dishub Kota Semarang, itu merupakan karcis palsu. Pemalsuan karcis tersebut bisa masuk ke dalam tindak pidana ringan (tipiring).

Baca juga:  Harga Kedelai Tembus Rp 17 Ribu, Perajin Tahu Mogok Jualan Tiga Hari

Yang mencengangkan, oknum Dishub tersebut menyebarkan karcis palsu ke beberapa titik lain. Bisa terhitung berapa kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang dari sektor parkir.  Selain palsu, karcis parkir yang dipakai Darno tersebut ternyata tidak diperuntukkan di tepi jalan. Namun untuk karcis di dalam ruangan atau gedung. “Ini saya gunakan untuk parkir di tepi jalan umum,” katanya.

Rata-rata pendapatannya dalam satu hari Rp 150 ribu. Ketika ditanya tentang kepemilikan KTA jukir, dirinya bisa menunjukkan.

Kabid Perparkiran Dishub Kota Semarang Joko Adi Santoso menegaskan jika karcis parkir yang digunakan tersebut bukan produknya. “Itu bukan produk kita (Dishub Kota Semarang) karena kita ada kode-kode khusus,” ujar Joko di lokasi.

Baca juga:  Waspada! Laut Jawa Berpotensi Terjadi Angin Kencang Disertai Pusaran Air

Dijelaskannya, kode khusus tersebut terlihat dari porporasi yang setiap saat berubah. Meski karcis tersebut terdapat logo Pemkot Semarang, namun ia menegaskan jika karcis tersebut bukan dari Dishub Kota Semarang.

Terkait dengan dugaan ada oknum Dishub Kota Semarang yang menggunakan karcis palsu tersebut untuk pungli, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. “Kita akan lakukan penyelidikan dulu. Bisa saja, itu bukan oknum Dishub, namun orang lain yang menggunakan seragam Dishub palsu kan bisa saja,” kilahnya.

Diakuinya, selama ini dirinya kerap menemukan keberadaan karcis palsu yang beredar. Tindakan Dishub Kota Semarang baru sebatas pengamanan karcis palsu tersebut supaya tidak menyebar lebih luas. “Karcis (parkir) palsunya kita minta dan kita amankan, tindakan kita seperti itu,” tegasnya.

Pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap perizinan jukir di sepanjang jalan tersebut. Apabila izin yang dimiliki untuk karcis parkir di wilayah khusus, maka tidak bisa digunakan di tepi jalan umum, begitu juga sebaliknya.  Namun yang didapat kali ini, karcis palsu yang diperuntukkan untuk tempat khusus dipergunakan di tepi jalan. “Itu saja sudah merupakan pelanggaran dan pungli,” katanya.

Baca juga:  Tiga Rumah di Tandang Semarang Terbakar, Satu Penghuni Tewas Terjebak Kobaran Api

Dijelaskannya, penyebaran karcis parkir palsu kerap ditemui di pusat-pusat perbelanjaan dan pertokoan.  Meski demikian, karcis palsu tersebut tetap mencatumkan logo Pemkot Semarang. Karcis palsu yang ditemukan tersebut nominal retribusinya Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.

Diatakan Joko, razia tersebut dilakukan untuk memastikan izin jukir sudah kedaluwarsa atau tidak. Kenyataan di lapangan dari dua titik di Jalan MT Haryono dan satu titik di Jalan KH Agus Salim, beberapa KTA jukir memang belum diperpanjang.

“Beberapa ada yang sudah diperpanjang, ada yang belum,” tuturnya.

Maka untuk jukir yang izinnya kedaluwarsa, pihaknya mengimbau untuk segera dilakukan perpanjangan. Sebenarnya pembuatan KTA jukir sendiri tidak sulit.  Tinggal datang ke kantor Dishub Kota Semarang, mengisi blanko, kemudian foto diri. Setelah jadi, jukir akan menerima piranti seperti jaket, dan karcis asli dari Dishub Kota Semarang. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya