alexametrics

Dewan-Pemprov Kolaborasi Turunkan Angka Kemiskinan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 120 anggota DPRD Jawa Tengah periode 2019-2024 disumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Sri Sutatiek. Mereka disumpah dalam rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Jateng masa jabatan 2019-2014, Selasa (3/9) siang di Gedung Berlian Semarang.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019 Rukma Setiabudi ini, Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin sekaligus mengumumkan pimpinan sementara DPRD Jateng. Sesuai aturan, Bambang Kusriyanto dari PDI Perjuangan dipilih sebagai Ketua DPRD sementara dan Sukirman dari PKB mendampingi sebagai Wakil Ketua DPRD sementara.

Dalam sambutan perdananya, Bambang Kusriyanto menyampaikan, pimpinan sementara sesuai UU memang berasal dari parpol peraih suara terbanyak 1 dan 2. Pihaknya akan melaksanakan tugas-tugas berdasar peraturan perundang-undangan hingga ketua definitif terpilih.

Pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini menambahkan, setelah dilantiknya anggota DPRD, sudah banyak tugas-tugas berat yang menunggu. Tugas demi tugas terkait harapan masyarakat yang dipercayakan kepada para legislator hasil pemilu 2019.

”Saya berharap anggota baru 2019-2024 terjalin hubungan baik. Termasuk kerja sama yang baik dengan eksekutif,” ujarnya dalam acara yang dihadiri Forkompinda, Kepala Daerah, mantan Ketua DPRD Jateng, keluarga DPRD terpilih, elemen masyarakat, dan media massa.

Berbeda dari pelantikan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Ketua DPRD Jateng sementara, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Menggantikan sambutan dari Menteri Dalam Negeri.

Baca juga:  Pejabat Bandara Bagikan Saouvenir

Dalam sambutannya, Gubernur Ganjar Pranowo berharap para anak kandung ibu pertiwi yang lahir untuk bangsa Indonesia ini bisa mewujudkan harapan rakyat.  Ia ingin ke depan, ada kolaborasi antara legislatif dan eksekutif. Pada saat tertentu melakukan pengawasan atas kerja eksekutif, namun di lain waktu juga melakukan kerja bersama-sama untuk membentuk keputusan penting.

”Kolaborasi penting untuk kita dorong. Tiba saatnya kita kerja menyelesaikan PR di negeri ini. Khususnya Jawa Tengah,” tandasnya.

Gubernur menyampaikan, kolaborasi penting untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah bersama di Jawa Tengah. Salah satuya  tekait penanganan kemiskinan. Masih ada sejumlah daerah yang masuk pada kategori merah dan membutuhkan perhatian lebih. ”Sehingga perhatian bisa kita arahkan ke sana dan pembangunan dilakukan untuk kemajuan daerah tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut gubernur juga menyebut, kolaborasi penting untuk memajukan bidang  pendidikan. Dalam RAPBD 2020, gubernur telah mengajukan Rp 1,6 triliun anggaran untuk pendidikan. Anggaran ini digunakan bagi mereka yang bernasib kurang baik agar tetap dapat melanjutkan sekolahnya. ”Agar SDM Indonesia maju, dimulai dari Jawa Tengah. Mohon kiranya dukungan dari DPRD untuk bidang pendidikan,” katanya.

Termasuk untuk 10 program unggulan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, gubernur ingin ada kolaborasi dan dukungan untuk mewujudkannya demi Jawa Tengah yang semakin maju.

Baca juga:  Jenjang SD Bisa Pilih Tiga Sekolah, SMP Empat Sekolah

Wakil Ketua Sementara Sukirman menyadari, 120 anggota DPRD Jateng akan dihadapkan dengan tugas berat. Termasuk harus meneruskan prestasi dari DPRD periode sebelumnya. Salah satu prestasi di antaranya berhasil mencatatkan diri sebagai yang pertama di Indonesia meraih penghargaan tertib laporan LHKPN dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ”Ini penting. Sesuai arahan gubernur. Komitmen yang harus kita menegakkan,” ujar Kirman.

Melanjutkan periode sebelumnya, ke depan anggota DPRD periode 2019-2024  akan berkomitmen membantu Pemerintah Provinsi Jateng menurunkan angka kemiskinan. Membantu mencapai target pemerintah menjadikan angka kemiskinan 1 digit. ”Ini akan kita arahkan ke sana. Di bidang anggaran kita berhasil menaikkan pendapatan. APBD selalu naik. Dengan BUMD, salah satunya yang berperan strategis menopang penghasilan daerah ini,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, tambah dia, DPRD akan melakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya, memfasilitasi pembentukan fraksi, menyusun tata tertib dan memproses penetapan pimpinan dewan definitif. ”Kemudian juga membentuk kelengkapan dewan lainnya,” kata dia.

 

Gedung Baru

Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin menyiapkan sejumlah fasilitas untuk 120 anggota DPRD periode 2019-2024. Sejumlah fasilitas untuk mendorong perwujudan parlemen modern.

Urip mengatakan, untuk DPRD periode ini akan disiapkan perangkat peralatan elektronik yang memungkinkan persidangan lebih efektif. Seperti, satu meja akan disiapkan layar monitor pintar. Monitor pintar ini, jelas dia, merekam data lengkap dari masing-masing komisi. Sehingga diharapkan  sidang komisi dapat dilakukan dengan lebih efektif. ”Karena data sudah tersaji semua di sarana yang kita siapkan ini,” ujarnya.

Baca juga:  Anggota DPRD Kerahkan Massa Usir Penghuni Rumah

Selain itu, dengan penambahan 20 orang anggota DPRD dari jumlah periode sebelumya, pihaknya juga telah menyiapkan ruang kerja. Ada sejumlah perombakan yang dilakukan, utamanya untuk ruang fraksi. ”Perombakan di fraksi di PDIP karena penambahannya banyak. Kemudian PKB ruangannya kita rombak cukup luas karena penambahan anggotanya,” ujarnya. Sementara fraksi-fraksi lain juga akan disesuaikan.

Sementara untuk ruang paripurna, ia katakan, masih tetap. Hanya dilakukan penyesuaian dengan menambah 10 meja. “Setelah diukur masih memungkinkan. Untuk di ruang komisi hanya di-setting penataan mejanya saja,” kata dia.

Saat ini, pihaknya memang memaksimalkan gedung yang ada, karena tidak memungkinkan untuk diperluas. Menggunakan ruang yang ada untuk memfasilitasi anggota-anggota baru berikut tambahan 20 orang.

”Di ruang lain menunggu gedung baru. Tahun ini lelang DED-nya. Tahun 2020 akan dilakukan mulai lelang gedung fisiknya,” ujarnya sambil menambahkan pembangunan akan dilaksanakan secara multiyears.

Mengenai lokasi, gedung ini akan berada di barat gedung DPRD saat ini. Gedung akan dibangun 11 lantai dengan anggaran Rp 137 miliar mencakup di dalamnya untuk mechanical electrical. ”Tahun 2022 sudah bisa menempati gedung baru. Harapan kami Mei 2020 mulai digarap,” ujarnya. (sga/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya