alexametrics

Tarif PDAM Picu Inflasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kenaikan tarif PDAM di Kota Semarang dan harga cabai rawit yang tinggi memicu inflasi di Jawa Tengah. Tarif PDAM menjadi penyumbang inflasi tertinggi sebesar 0,16 persen sementara harga cabai rawit sebesar 0,12 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan, Agustus lalu, inflasi di Jateng terjadi sebesar 0,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,14. “Kemarau panjang membuat harga cabai naik, selain itu kenaikan tarif PDAM di Semarang juga memicu inflasi sebesar 0,16 persen,” katanya kemarin.

Sentot menuturkan, inflasi di Jateng juga disumbang oleh cabai merah dengan persentase 0,08 persen, disusul tarif parkir sebesar 0,07 persen dan beras sebesar 0,03 persen. Untuk penahan laju inflasi, disumbang oleh turunnya harga bawang merah, bawang putih dan tomat. “Angkutan udara, angkutan antarkota yang juga mengalami penurunan juga menjadi faktor penahan laju inflasi,” ucapnya.

Baca juga:  Wali Kota Upayakan Semarang Zero Stunting

Disebutnya inflasi Agustus 2019 terjadi di empat kota SBH di Jawa Tengah sedangkan dua kota SBH yang Iain mengalami deflasi. Kabupaten Kudus tercatat mengalami inflasi yang cukup besar yakni di angka 0,82 persen dengan IHK sebesar 144,56. “Kudus adalah wilayah dengan inflasi terbesar, dan menjadi kota tertinggi secara nasional. Tentunya keadaan ini harus dikawal pemerintah,” paparnya.

Sementara itu, inflasi di Kota Semarang sebesar 0,47 persen dengan IHK sebesar 136,02. Disusul oleh Kabupaten Purwokerto sebesar 0,42 persen dengan IHK sebesar 134,79 dan inflasi terendah di Kota Cilacap sebesar 0,33 persen dengan IHK sebesar 140,58.

“Untuk deflasi terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,16 persen dengan IHK sebesar 132,18 dan Kota Tegal sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 134,22,” jelasnya. (den/ton)

Baca juga:  Setor Rp 150 Juta, Gagal Jadi Pegawai PDAM

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya