alexametrics

Relokasi PKL Barito, Dua Tahun Baru Rampung

Kemarin, Pembongkaran Tahap Akhir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Setelah berproses selama dua tahun, relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito berakhir, Senin (2/9) kemarin. Satpol PP pun membongkar lapak kosong yang sudah ditinggalkan pindah oleh pedagangnya sejak minggu lalu.

Pembersihan PKL tersebut dilakukan untuk memperlancar proses normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) tahap I. Kini, sebanyak 7.800 bangunan PKL di sepanjang Jalan Barito sudah dibongkar semuanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengakui jika waktu pembongkoaran yang sudah ditentukan molor, lantaran terganjal proses negosiasi dengan PKL. “Kami sosialisasi mulai Maret 2017. Mulai pembongkaran awal 2018 sampai sekarang baru selesai,” ujar Fajar saat ditemui di sela-sela pembongkaran, Senin (2/9).

Baca juga:  Setahun, 1.011 OTT Pungli di Jateng

Sebanyak 7.800 PKL tersebut kini sudah direlokasi di dua tempat. Antara lain di Terminal Penggaron dan Kawasan MAJT. “Alhamdulillah kerjasama dengan Dinas Perdagangan, Polsek, bisa diselesaikan. Sehingga bisa menempati lokasi di MAJT,” katanya.

Sejauh ini, sebagian besar keperluan yang dibutuhkan pedagang di tempat relokasi, lanjutnya, sudah dipenuhi Pemkot Semarang. Selesainya relokasi dan pembongkaran ribuan PKL di sepanjang Jalan Barito ini untuk mendukung normalisasi BKT tahap I.

Sterilisasi bantaran sungai akan terus dilakukan. Dimana tahap II normalisasi BKT tersebut akan menyentuh ribuan permukiman di bantaran BKT. Mulai dari Bendungan Pucang Gading sampai ke Majapahit. Kurang lebih ada 8.500 rumah di bantaran sungai dan PKL.

Baca juga:  Pemkot Beralih ke Videotron 3 Dimensi

Adapun panjang BKT dari hulu sampai hilir tercatat 18 kilometer. Sementara untuk sterilisasi tahap pertama, baru menyelesaikan 6,7 meter. Masih kurang 11,4 kilometer lagi yang akan dilakukan normalisasi. “Kami akan melakukan kajian kebutuhan untuk PKL, jumlahnya berapa, rumah hunian berapa. Karena relokasi pertama ini masih ada yang tidak mendapatkan hunian,” katanya.

Dikatakan Fajar, pada tahap II akan ada membebaskan 8.500 bangunan yang sebagian besar hunian warga di bantaran sungai BKT. Ia berharap Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang benar-benar mempersiapkan rusunawa untuk penghuni bantaran BKT. “Sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari. Yang paling banyak di Majapahit, huniannya lebih banyak, dari pada PKL-nya,” tuturnya.

Baca juga:  Kenakan Ti'i Langga, Ganjar Resmikan Mall Pelayanan Publik Ketiga

Rencananya, normalisasi BKT dari Jembatan Majapahit hingga Pucang Gading akan dilakukan sekitar 2021 hingga 2022. Pihaknya akan mengundang lurah dan camat untuk koordinasi terkait sosialisasi pembongkaran di bantaran BKT yang selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan ribuan PKL di Jalan Barito sudah pindah ke tempat relokasi MAJT.

“PKL Karangtempel telah terlebih dahulu menempati lapak di sana. Sementara kini PKL Bugangan dan Rejosari sudah menyusul menempati tempat relokasi,” ujar Fravarta. (ewb/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya