alexametrics

Pilkada 2020 Diprediksi lebih Adem

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Masyarakat harus bersama menjaga kondusivitas di Jawa Tengah setelah gelaran Pemilu 2019 maupun menjelang pilkada serentak pada 2020 nanti. Selain itu, pemimpin daerah menjadi kunci untuk menjaga iklim yang kondusif sudah barang tentu berada pada perilaku maupun tindak tanduk dengan memberi teladan yang baik.

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi mengatakan, pemilu serentak yang menghadirkan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada tahun 2019, perlu dijaga kondusivitasnya. “Pemilu tahun depan harus mencerminkan kegembiraan pesta demokrasi. Karena di Jateng ada 21 daerah yang menggelar secara serentak,” katanya.

Ia menambahkan berdemokrasi merupakan kontestasi politik lima tahunan, sehingga hal tersebut jangan sampai menimbulkan perselisihan sampai di tingkat masyarakat paling bawah. Di Jateng masyarakatnya sebagian besar sudah paham, sehingga isu SARA dan penyebaran hoaks sebagai penyebab perselisihan tersebut bisa dikurangi. “Karena hal tersebut bertentangan dengan Ideologi Bangsa Kita Pancasila,” ujarnya.

Baca juga:  Nissan Siap Rebut Pasar Semarang

Rukma menegaskan jika Ideologi Pancasila sudah final dan tidak bisa diubah menjadi ideologi apa pun. Karena Pancasila sudah mengakar kuat dalam jati diri bangsa dan dirumuskan oleh bapak pendiri bangsa. “Masyarakat harus menjaga semuanya demi persatuan dan keutuhan NKRI,” tambahnya.

Pengamat politik dari Undip Yuwanto menegaskan sebenarnya yang bertanggung jawab dalam memberikan teladan terhadap masyarakat adalah partai politik (parpol). Karena aktor yang berpartisipasi dalam proses demokrasi merupakan kader parpol itu sendiri. “Harus ada contoh dari tokoh dalam konteks rekonsiliasi politik. Dengan demikian kepentingan bangsa lebih diutamakan ketimbang kepentingan sesaat,” tambahnya. (fth/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya