alexametrics

Pemukulan Kader PP Berbuntut Laporan Polretabes

Ada Dugaan Provokasi Rasis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Aksi pemukulan dalam Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) ormas Pemuda Pancasila (PP) di Kota Semarang Jumat malam (23/8) lalu, berbuntut laporan polisi ke Polrestabes Semarang. Laporan itu dibuat oleh Ketua PAC Semarang Timur terpilih versi Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Februari 2019, Siswanto. Terlapornya Wawan yang merupakan kader PAC PP Semarang Tengah.

Dalam laporan itu disebutkan ada ucapan nada rasis. Permasalahan disebut dipicu dari adu mulut antara Joko Santoso, saat pelantikan serempak masih menjabat Ketua MPC PP Kota Semarang dengan Siswanto. Lantas terjadi pemukulan yang diduga dilakukan Wawan, yang awalnya mengucapkan ucapan rasis dengan nada provokasi. Sehingga timbul kegaduhan, walau tak berlangsung lama.

“Awalnya klien kami protes untuk menanyakan hak dalam kepengurusan PAC di pelantikan serempak itu. Kemudian datang Wawan yang kami laporkan disini,” kata tim kuasa hukum Siswanto, Osward Febe Lawalanta dan Agus Supriyadi, Minggu (1/9).

Baca juga:  Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Geruduk PN Lagi

Disebutkannya, sebagaimana video viral pemukulan dalam pelantikan serempak tersebut, dapat dilihat Siswanto yang usianya sudah 65 tahun dikeroyok seperti maling. Atas pemukulan itu, Siswanto merasa dirugikan, mengalami lebam-lebam di rusuk, pundak dan kepala, bahkan sempat pusing, kacamata jatuh dan pecah.

Dalam laporan itu, pihaknya menjerat Wawan dan terduga pelaku lainnya dengan tuduhan melanggar Pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan. Dalam pemukulan itu, dilakukan lebih dari dua orang. Maka pihaknya meminta Polrestabes Semarang segera mengusut tuntas kasus itu, sehingga ada rasa keadilan untuk kliennya dan menyelamatkan institusi PP dari perbuatan oknum-oknum yang melanggar hukum.

Pihaknya juga menegaskan laporan itu bukan terkait permasalahan organisasi PP, melainkan oknum dengan oknum di dalam aksi pemukulan tersebut. Selain itu, kliennya hanya ingin menjadikan PP lebih baik, karena Pancasila tidak mengajarkan rasisme. Laporan Siswanto dilakukan di Polrestabes Semarang, tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi, dengan nomor: STTLP/501/VIII/2019/JATENG/RES TBS SMG.

Baca juga:  Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Geruduk PN

Terpisah, Joko Santoso, mengatakan, terkait masalah kericuhan di dalam sistem PP adalah komando. Sehingga seoarang komando mempunyai mandat penuh terhadap kegiatan lapangan. Apabila melihat keadaan yang tidak kondusif, tentunya komando akan mengambil sikap, agar kegiatan berjalan baik dan lancar.

“Keinginan kita agar kegiatan berjalan baik dan lancar. Dengan ada yang protes seperti itu , saya mengambil komando kepada koti selaku pelaksana lapangan untuk mengamankan pak Siswanto yang mencoba untuk membuat keadaan tidak nyaman dalam kegiatan yang kita laksanakan,” kata Joko, kepada awak media.

Ia juga mengklaim, tidak terjadi masalah baku hantam. Disebutkannya saat gladi pelantikan, yang sebenarnya terjadi adalah menggiring Siswanto untuk keluar ruangan karena membuat situasi tidak nyaman, akan tetapi dia berontak dan berteriak-teriak sehingga membuat kader-kader yang lain terpantik untuk bergerombol dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Baca juga:  Fokus Konsep Oriental

“Gerombolan tersebut sebenarnya penasaran untuk melihat ada apa to itu? Terjadilah dorong mendorong, tidak ada baku hantam,”sebutnya. (jks)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya