alexametrics

Kali Tenggang di Era Hendi, Dulu Memprihatinkan Kini Mencuri Perhatian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Setidaknya dalam waktu tiga tahun ke belakang, Kota Semarang benar – benar berupaya bertransformasi diri menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia. Di tangan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, sejumlah hal yang dianggap sebagai hambatan Kota Semarang untuk berkembang justru mampu diubah menjadi sebuah potensi pariwisata yang tak dimilik daerah lain. Sebut saja wilayah Kota Lama Semarang yang dulu merupakan wilayah kumuh yang enggan dilalui masyarakat, kini telah berubah menjadi magnet wisata.

Belum lagi Kali Semarang yang dulu disebut sebagai WC terpanjang di dunia dengan Kampung Gunung Brintiknya, di mana sekarang telah bersolek menjadi kawasan wisata di Ibu Kota Jawa Tengah. Dan juga tentu saja sejumlah tempat lainnya, seperti Hutan Wisata Tinjomoyo, Banjir Kanal Barat, hingga Kampung Jawi di daerah Gunungpati, Kota Semarang.

Baca juga:  Industri Kreatif Kian Prospektif

Kali ini, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mencoba mengangkat perubahan citra kawasan Tambakrejo yang dulu dikenal sebagai kawasan rob dan banjir menjadi daya tarik wisata. Dengan suksesnya program normalisasi Kali Tenggang dalam mengentaskan permasalahn rob dan banjir di kawasan tersebut, Hendi juga berupaya menggerakkan sektor wisata dengan mendukung penyelenggaraan Festival Kali Tenggang. Wali Kota Semarang tersebut pun membuka langsung kegiatan yang diinisiasi oleh warga setempat itu, Minggu (1/9).

Menurut Hendi, Festival Kali Tenggang telah dua kali digelar mulai 2018 dan diagendakan menjadi acara rutin tiap tahun.

“Kegiatan ini diinisiasi warga sebagai wujud syukur karena daerah Tambakrejo semakin baik dan jauh dari kesan kumuh maupun rob dan banjir,” ungkap Hendi, sapaan akrab wali kota.

Baca juga:  109 Lapak di Johar Tengah dan Utara Disegel

Kawasan Tambakrejo, menurut Hendi, awalnya dikenal kumuh dan menjadi salah satu daerah yang terimbas rob banjir hingga kemudian berubah menarik setelah adanya proyek normalisasi Kali Tenggang yang berhasil dijalankan sejak 2017 lalu.

Penyelenggaraan Festival Kali Tenggang 2019, menurut Hendi, semakin menarik dan meriah dengan adanya berbagai lomba, seperti lomba senam, lomba titian bambu di atas sungai, lomba mengejar bebek, dan lomba perahu dayung. Hendi berharap kemeriahan tahun depan dapat ditingkatkan lebih bagus dalam skala yang lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai OPD seperti Dinas Pariwisata.

“Kemeriahannya harus bisa ditingkatkan lagi dengan melibatkan peserta tidak hanya se-Kecamatan Gayamsari, tetapi hingga skala Kota Semarang,” harap Hendi.

Baca juga:  Dinyatakan Positif Pada Swab Test Keempat, Keluarga Tegaskan Hendi Dalam Kondisi Baik

Ke depan, Hendi juga berpesan kepada seluruh warga Tambakrejo untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan sampah di kawasan Kali Tenggang. Adanya agenda Festival Kali Tenggang, diprediksi Hendi akan mampu meningkatkan kunjungan warga dan wisatawan. Untuk itu, Hendi meminta agar warga dapat terus memberikan sambutan terbaik dengan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Hendi juga tak menutup kemungkinan adanya pengembangan wilayah sebagai wisata air selama faktor keamanan dan dirawat baik oleh warga. Pihaknya akan siap mendukung keinginan warga dengan berbagai fasilitas wisata air seperti dayung ataupun sepeda air. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya