alexametrics

Bangun Kekuatan Buruh Asas Kesamaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) Kota Semarang bakal membangun kekuatan buruh berdasar asas kesamaan simbiosis mutulisme yang fair berkeadilan. Hal itu disampaikan salah satu Dewan Pembina organisasi tersebut, John Richard Latuihamallo, menyikapi hasil kongres yang telah dilangsungkan di Ori Chik Resto, Semarang Timur Sabtu (31/8).

“Kami akan berkomunkasi aktif dengan para pengusaha dalam menyejajarkan visi misi dunia usaha di Jawa Tengah dan Kota Semarang. Bagaimana pun buruh tidak boleh dipolitisasi untuk pergerakan politis apapun yang hanya pada akhirnya buruh dijadikan sarana kepentingan pihak-pihak tertentu, yang mengorbankan masa depan dan tentunya keluarganya juga,” kata John Richard Latuihamallo, kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (1/9).

Baca juga:  Catat, Ini Rute Feeder 4 Trans Semarang

Dikatakannya, untuk menjadikan FSPIP sebagai organisasi yang bebas, mandiri, demokratis profesional, bertanggung jawab, yang mampu melindungi hak dan kepentingan serta memajukan kesejahteraan. Selain itu, juga mencerdaskan kehidupan dan meningkatkan tanggung jawab serta produktivltas kerja pada anggota.

“Maka dari itu telah disusun dasar perjuangan organisasi di dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Nantinya apabila ada kebijakan tidak sesuai dengan visi dan misi organisasi maka otomatis itu merupakan pelanggaran atau pengingkaran terhadap pelaksanaan AD-ART,” tandasnya.

Ketua Umum FSPIP Kota Semarang Karmanto menjelaskan, kongres mengangkat tema ‘memerperjuangkan , membela, melindungi, hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya di era industri 4.0’. Acaranya dihadiri oleh 75 peserta yang tediri dari pengurus dan perwakilan anggota dari 5 PUK (Pimpinan Unit Kerja).

Baca juga:  Tempat Hiburan Tutup Sementara, Warung Makan, Restoran, Kafe dan Pusat Perbelanjaan Sampai Pukul 20.00

Ia menyampaikan, pembangunan Indonesia ditujukan untuk menyejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara secara adil dan merata berdasarkan Pancasila dan UUD tahun 1945. Sehingga untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pekerja Indonesia mempunyai hak dan kewajiban serta tanggung jawab yang tinggi untuk menyukseskan pembangunan Indonesia.

“Kaum pekerja Indonesia sebagai masyarakat pelaku pembangunan ekonomi bangsa dijamin hak dan kepentingannya dalam politik dan ekonomi yang meliputi hak berserikat, berunding bersama dan memperoleh kehidupan yang layak selama bekerja hingga purna kerja,” jelasnya. (jks/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya