alexametrics

SK Jadi Objek Wisata Kuliner dan Religi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Memunculkan wisata berbasis UMKM kuliner pascapenutupan Lokalisasi Sunan Kuning (SK) menjadi pilihan Pemkot Semarang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari mengatakan, selain konsep wisata kuliner, juga akan dimasukkan ke dalam paket wisata religi. Sebab, di lokalisasi tersebut terdapat petilasan seorang penyebar agama.

“Kami sudah menyiapkan beberapa program untuk melakukan pembinaan di Sunan Kuning pascapenutupan. Di sana kan ada potensi wisata religi dan kuliner,” ujar Iin –sapaan akrabnya– saat ditemui usai bimbingan teknis UMKM sektor pariwisata Kota Semarang, Kamis (29/8).

Menurutnya, penutupan Sunan Kuning memang perlu disikapi bersama. “Tidak bisa kita tutup, namun tanpa pemberian solusi. Kami akan mencoba masuk ke sana,” katanya.

Baca juga:  Sebanyak 177 Usaha Karaoke SK Ilegal

Perubahan pola pikir dari masyarakat setempat sebagai awal untuk pembentukan objek wisata kuliner maupun religi. Tidak hanya pelakunya, tetapi semua lapisan masyarakat. Sebab, selama ini mereka sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu bertahun-tahun. “Tentunya kita harus mengubah dahulu pola pikirnya. Banyak hal lain yang bisa digali salah satunya wisata kuliner dan religi,” ujarnya.

Setelah konsep tersebut terbentuk, lanjutnya, barulah akan diimbangi dengan membuat event oleh Disbudpar Kota Semarang. “Anggaran yang disediakan saat ini baru untuk pembinaannya saja. Tetapi untuk 2020 akan kita anggarkan untuk mengadakan event di sana, seperti event kuliner dan religi setelah konsep itu dijalankan,” ujarnya.

Dikatakan Iin, pembentukan pola pikir masyarakat setempat perlu segera dilakukan. Karena kalau pemerintah yang masuk dan masyarakatnya kurang siap, maka tentu saja konsep tersebut tidak bisa berjalan.

Baca juga:  Gerai Aksesoris Ponsel Tetap Menjanjikan

“Pemerintah hanya memfasilitasi supaya masyarakat bisa lebih paham potensinya. Sementara yang sudah muncul saat ini adalah konsep wisata kuliner dan religi,” tuturnya. Bahkan, lanjutnya, kemungkinan tidak hanya wisata kuliner dan religi saja, namun juga akan muncul potensi lain yang saat ini belum digali.

Senada dengan Iin, pada kesempatan itu Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri Ade Petranto juga menginginkan sektor wisata kuliner bisa tumbuh di Kota Semarang.

Menurutnya, pertumbuhan UMKM sektor makanan dipandang lebih maju dan berkembang dibandingkan dengan sektor lainnya. Hal itu juga yang menjadi latar belakang Kementerian Luar Negeri untuk menggelar bimbingan teknis UMKM sektor pariwisata di Kota Semarang.

Baca juga:  Siapkan Rumah Dinas untuk Ruang Isolasi Pasien Korona

“UMKM adalah bidang yang paling konkrit, karena sektor kuliner sudah cukup maju, maka kami coba angkat sektor pariwisata,” kata Ade.

Meski begitu, ia menyebut ranah Kementerian Luar Negeri hanya sekadar mengenalkan UMKM dengan pasar ASEAN. Terkait tindak lanjut setelahnya, ia menyerahkan kewenangan kepada lembaga setempat dan pelaku usaha sendiri. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya