alexametrics

Pil Koplo Murah, Pengedar Sasar Pelajar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Para pelajar SMP dan SMA menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba. Terutama untuk obat daftar G alias pil koplo. Hal ini karena harganya terjangkau, Rp 12 ribu sudah mendapat 10 butir pil koplo.

Sebagaimana yang dilakukan M Andik Kurniawan alias Bongkrek, warga Randugarut Kecamatan Tugu kota Semarang. Pengedar narkoba jenis obat daftar G ini, telah diamankan petugas unit Reskrim Polsek Tugu bersama barang bukti sebanyak 380 butir pil koplo. “Ya di dalamnya pelajar ada juga yang ikut membeli, karena memang haganya sangat murah, Rp 12 ribu sudah dapat 12 butir pil, sudah bisa fly,” ungkap Kapolsek Tugu, AKP Didi Dewantoro, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/8) kemarin.

Baca juga:  Jemput Tahanan Nyambi Selundupkan Pil Koplo

Pelaku diringkus di rumahnya di Randugarut Kecamatan Tugu Kota Semarang, Selasa (20/8) sekitar pukul 19.00. Keterangan tersangka, Didi menyebutkan, obat tersebut didapatkan dari sebuah apotik tanpa menggunakan resep dokter. “Pengakuannya seperti itu. Seharusnya apotik juga tidak boleh menjual bebas. Tapi saya kira, pelaku mendapatkannya dari pasar-pasar gelap,” katanya.

Saat ini pelaku masih mendekam di ruang tahanan Mapolsek Tugu untuk menjalani proses hukum. Pengungkapan ini berawal laporan masyarakat terkait peredaran narkoba di wilayah hukumnya. “Setelah dilakukan penyelidikan dan patroli, petugas mendapati dua laki-laki kedapatan membawa dua klip plastik berisi 10 butir pil warna kuning berlambangkan huruf MF,” katanya.

Dari hasil interogasi sementara, dua laki-laki tersebut mengaku mendapat barang tersebut dari Bongkrek. Kemudian petugas menyambangi rumah Bongkrek dan menangkapnya.

Baca juga:  Siap Buat Gebrakan, Hendi Prioritas Program

“Dari hasil pengembangan, berhasil mengamankan barang bukti berupa 38 buah plastik klip berisikan pil warna kuning berlambangkan huruf MF berisi 380 butir. Setiap klip berisi 10 (sepuluh) butir yang disimpan di wadah bekas tempat HP warna putih dan kuning,” katanya.

Petugas juga menyita uang sejumlah Rp 75.000 yang diduga hasil penjualan narkoba. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Unit Reskrim Polsek Tugu. “Kami mengimbau masyarakat dan anak muda, utamanya pelajar untuk tidak membeli atau mengonsumsi narkoba. Karena bisa menimbulkan ketergantungan dan merusak masa depan. Kami akan melakukan sosialisasi supaya apotik tidak melayani pembeli tanpa menggunakan resep dokter,” pungkasnya. (mha/ida)

Baca juga:  Jadi Tuan Rumah Festival HAM, Wali Kota Hendi: Kalau Ini Sukses, Manfaatnya Besar untuk Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya