alexametrics

Pakai Lampu Rotator akan Ditindak Tegas

Operasi Patuh Candi 2019

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Operasi Patuh Candi 2019 digelar serentak di wilayah Polda Jateng mulai kemarin hingga 11 September mendatang. Delapan prioritas pelanggaran yang menjadi sorotan adalah penggunaan lampu strobo dan rotator.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksawan mengatakan, kegiatan operasi tersebut digelar untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat tertib berlalulintas. Menurutnya, dengan kedisiplinan dapat mencegah kemacetan dan kecelakaan lalulintas.

“Pola operasi ini 60 persen penegakan hukum, dan 40 persen kegiatan pencegahan. Operasi ini dilakukan secara serentak, kita juga ada gabungan dengan TNI,” katanya usai apel pasukan di halaman Mapolda Jateng, Kamis (29/8).

Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019. Terdapat delapan pelanggaran yang diprioritaskan. Antara lain, tidak mengenakan helm, tidak mengunakan sabuk pengaman, melawan arus, melebihi batas kecepatan, mengemudi atau mengendarai dengan mengoperasionalkan handphone, serta dalam kondisi mabuk minuman keras.

Baca juga:  Pemilik Sabu 8 Kg Dilimpahkan Kejari
APEL PASUKAN: Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Lutfi didampingi Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksawan memeriksa pasukan. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)
APEL PASUKAN: Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Lutfi didampingi Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksawan memeriksa pasukan. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)

“Saya tambahkan juga beberapa hal yang menjadi atensi untuk jajaran kami, sudah marak mobil dan motor yang menggunakan strobo dan rotator. Sebenarnya sudah ada peruntukkannya. Orang-orang yang tidak punya kewenangan itu ya kami lakukan penindakan. Kami juga melihat masih banyak pengendara sepeda motor di bawah umur, anak SMP itu kan belum punya SIM,” tegasnya.

Menurutnya, giat operasi rutin ini dilakukan oleh semua jajaran Polda Jateng. Mereka yang terjaring razia didominasi oleh pelanggaran melawan arus, tidak mengenakan helm, melanggar rambu lalulintas, larangan parkir, menerobos traffic light, termasuk balap liar.

“Pengendara yang sambil menggunakan handphone juga berkontribusi banyak dalam kecelakaan. Juga kecelakaan akibat terpengaruh minunan keras dan narkoba,” katanya.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Janji Beri Nama Jalan Ki Nartosabdo

Sebelum pelaksanaan Operasi Patuh Candi kemarin, terlebih dahulu digelar apel pasukan di Mapolda Jateng yang dipimpin Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Lutfi.

Menurut Ahmad Lutfi, selama ini keselamatan dalam berlalulintas sering diabaikan, bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukkan dari political will pengguna jalan raya. Kesadaran tertib berlalu lintas pengguna jalan, baik pejalan kaki, pengendara motor maupun pengguna jalan lainnya masih rendah. Masih ditemukan pengendara yang melawan arus, serta menggunakan kendaraan bak terbuka untuk transportasi masyarakat,” bebernya.

Berdasarkan jumlah kecelakaan lalulintas selama Operasi Patuh Candi 2018, terjadi sebanyak 423 kasus kecelakaan di Jawa Tengah. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 9 persen dibandingkan 2017, yang hanya 392 kejadian. Korban meninggal tercatat sebanyak 36 orang pada 2018, sedangkan pada 2017 sebanyak 12 orang. Sehingga mengalami kenaikan 50 persen.

Baca juga:  Tarif Rapid Test Antigen Melambung,¬†Ombudsman: Perlu Ada Standardisasi Harga

“Yang menjadi perhatian kita terkait jumlah kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan meninggal dunia total pada tahun 2018 sebanyak 3.622 orang. Dengan jumlah korban meninggal dunia per hari sebanyak 11 orang,” katanya.

Ditambahkan, jumlah pelanggaran lalulintas Operasi Patuh Candi 2018 sebanyak 125.650, mengalami penurunan 11 persen dari tahun 2017, sejumlah 141.539 pelanggaran. “Secara umum dari hasil evaluasi tersebut, pelanggaran didominasi penggunaan helm standar, melawan arus, dan tidak penggunaan safety belt (sabuk pengaman),” ujarnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya