alexametrics

Tujuh Orang Ditangkap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kejadian pengeroyokan yang berbuntut pembakaran pos keamanan dan perusakan mobil Suzuki Katana di tempat karaoke relokasi Pasar Johar MAJT, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Pascakejadian tersebut, aparat Polrestabes Semarang telah menangkap tujuh orang. Selain itu, polisi juga melakukan penyegelan terhadap tempat karaoke di kawasan tersebut.

“Sudah di-police line dari kepolisian, tidak boleh ada aktivitas. Kalau jumlah room karaoke saya kurang hafal, tapi kalau tempat kejadian kemarin ada sekitar enam atau berapa tempat. Masih dipantau terus,” ungkap Kapolsek Gayamsari Kompol Warijan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (28/8).

Sampai kapan police line akan dilepas? Warijan belum bisa memberikan keterangan. Menurutnya, belum ada ketentuan batasan waktu manakala permasalahan tersebut telah selesai di kepolisian. Pihaknya mengaku menyesalkan adanya kejadian tersebut.

“Sebenarnya kita ini merasa ikut prihatin dan menyesalkan adanya peristiwa itu. Karena kita ini ingin mewujudkan Kota Semarang yang hebat, Semarang yang aman dan damai. Tapi ya masih ada oknum-oknum tertentu yang membuat keributan, kegaduhan,” katanya.

Baca juga:  Perbanyak Taman dan Rintis Bank Sampah

Saat ini, pihak kepolisian juga masih terus melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun hal tersebut sangat meresahkan masyarakat.

“Laporan kejadian ke Polrestabes Semarang, kalau polsek hanya membantu saja. Tapi kalau penanganan dilaksanakan oleh Reskrim Polrestabes Semarang,” tegasnya.

Kejadian tersebut menyita perhatian kepolisian. Pihak kepolisian telah melakukan patroli malam di wilayah hukum Polrestabes Semarang dengan menerjunkan ratusan personil dari berbagai unit pada Selasa (27/8) malam atau pasca kejadian.

Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha mengatakan, patroli akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan dengan tujuan supaya Kota Semarang tetap aman dan kondusif.

“Ada seratus personil. Pengamanan terbuka terdiri atas Satuan Lalulintas, Sabhara, dan Brimob. Jadi, kegiatan tadi malam adalah langkah antisipasi terkait adanya pertikaian yang diduga dilakukan oleh dua ormas,” ungkapnya saat memimpin kegiatan patroli malam.

Baca juga:  Aksi Curanmor Terekam CCTV

Pada kegiatan patroli yang dilakukan malam hari tersebut, Iga menyebutkan tidak ditemukan adanya gerombolan massa atau suatu pergerakan ke arah negatif. Ia mengimbau kepada anggota ormas untuk tidak melakukan perbuatan yang negatif.

“Dan itu sudah terbukti, tadi malam aman dan kondusif. Semalam selain upaya untuk antisipasi, juga untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Kota Semarang dalam kondisi aman, tidak ada dampak adanya kejadian dari dua ormas tersebut, meskipun hal ini dilakukan oleh beberapa oknum,” lanjutnya.

Iga juga membeberkan, para tokoh dari dua ormas yang terlibat perselisihan juga telah diundang oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji. Kedua belah pihak telah sepakat untuk membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan di Kota Semarang.

“Tokoh dari dua ormas tersebut telah bersepakat dan sudah mengimbau kepada jajaran di bawahnya, sehingga relatif aman, dan Kamtibmas bisa kita kelola dengan baik,” jelasnya.

“Massa dua ormas ini cukup besar dan sangat berkontribusi untuk menjaga Kamtibmas di Kota Semarang,” katanya.

Baca juga:  Fokus Genjot Tingkat Partisipasi

Terkait penanganan kejadian yang telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang oleh para korban, Iga menegaskan kepolisian dari unit Satreskrim Polrestabes Semarang akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.  “Penegakan hukum tetap diberlakukan, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan,” ujarnya.

Iga juga mengatakan telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku. Informasi yang diterimanya, setidaknya sudah ada tujuh orang. Namun demikian, pihaknya enggan memberikan secara detail terkait penangkapan tujuh orang yang dimaksud.

“Untuk pelaku sudah dilakukan penangkapan. Untuk secara teknisnya nanti langsung ke Kasatreskrim Polrestabes Semarang. Saat ini, sedang dilakukan penyidikan yang diduga pelaku. Ada sekitar tujuh orang kalau gak salah. Tapi itu bukan orang ormas secara langsung,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima pengunjung karaoke di kawasan relokasi Pasar Johar MAJT babak belur setelah dikeroyok puluhan orang tak dikenal, Senin (26/8) malam. Akibat kejadian ini, kelima korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bacok. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya