alexametrics

Ade Optimistis Gantikan Joko Santoso

Muscab MPC PP Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Ade Bhakti Ariawan digadang gadang menjadi kandidat kuat sebagai ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Semarang, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VIII yang akan digelar Jumat (30/8) di Hotel Metro Semarang.

Ade akan bersaing dengan empat nama lain, yakni Windu Wicaksono, Joko Purwanto,  Budi Kiatno,dan Moch Imron, untuk menggantikan Joko Santoso ketua PP Semarang.

Ade sendiri sebelumnya telah  berkecimpung di kepengurusan MPW Jawa Tengah sebagai Bendahara Komando Inti Mahatidana (KOTI). Pengalaman di MPW Jateng dan menjabat Kepala BLU Trans Semarang membuat namanya santer dijagokan menjadi pemenang.

“Saya siap jika memang mendapatkan amanah, mungkin saat ini saatnga saya untuk turun gunung agar Pemuda Pacasila MPC Semarang, lebih solid dan hebat,” katanya saat Rabu (28/8).

Baca juga:  Semarang Kembali Berstatus PPKM Level 3, Ini Sejumlah Aturan yang Harus Ditaati

Mengelola banyak sumber daya manusia tentu dibutuhkan sosok pemimpin yang berpengalaman. Menjabat ketua MPC PP setidaknya mengantongi 30 persen suara. Baginya angka tersebut tidak terlalu tinggi. “Saya pikir 30 persen angka yang tidak terlalu tinggi. Saya optimistis terpilih, 50 persen ada di belakang saya,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Ade, Kota Semarang akan menggelar pemilihan wali kota (pilwakot) 2020. Ade ingin Kota Semarang memiliki walikota yang memiliki kerja nyata untuk masyarakat dan perubahan fisik Kota Semarang. “Saya rasa Kota Semarang saat ini sudah dipegang sosok pemimpin yang tepat. Nantinya Pemuda Pancasila, bisa bersinergi dengan pemerintah baik dari tingkat kota, kecamatan hingga ranting,”pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang, Joko Santoso menerangkan, dalam Muscab Jumat nanti, akan ada memperebutkan 17 suara, diantaranya dari 15 PAC ditambah suara dari MPW dan lainnya. “Kemarin tanggal 23 Agustus 2019 kita sudah melaksanakan pelantikan secara kolektif, semua yang dilantik menjadi peserta dalam muscab, ada sebanyak 17 suara,” tambahnya.

Baca juga:  Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Geruduk PN

Syarat untuk menjadi calon ketua, lanjut Joko, adalah  kader Pemuda Pancasila, memiliki KTA, mendapat sedikitnya 30 persen dukungan dari jumlah peserta, pernah menduduki jabatan struktural baik di tingkat pusat, provinsi, kota, kecamatan hingga anak ranting minimal satu periode. Selain itu juga pernah mengikuti diklat.

“Semua calon ketua ini punya peluang yang sama. Saya harap nantinya sosok ketua terpilih harus mampu mengakomodir semua, baik di tingkat kota, badan lembaga, PAC hingga ranting. Selain itu juga harus mampu menjadi pengayom dan bisa bersinergi, hormat dan patuh kepada pimpinan organisasi,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya