alexametrics

Melepas Ikan demi Kebajikan, Yen Kou Meringankan Karma

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Tepat bulan 7 penanggalan Imlek Selasa (27/8) kemarin, warga Tionghoa melakukan sembayang ulambana di gedung Kong Tik Soen Jalan Gang Lombok, Semarang. Dalam sembahyang, para ahli waris mengirimkan doa melalui kertas doa. Bikkhu dari Sangha, Kong Hoa Sie juga dihadirkan dalam ritual.

“Nama leluhur yang meninggal itu kemudian diberikan kepada panitia untuk didoakan sehingga arwahnya bisa sampai ke surga. Tidak hanya itu, tetapi juga arwah yang tidak mempunyai ahli waris,” katanya. Tidak hanya dari Kota Semarang, peserta ritual ada juga yang berasal dari Jabar, Jatim, bahkan luar pulau, seperti Bali dan Sumatera.

Eko menambahkan, warga juga melakukan tradisi pelapasan ikan sebagai bentuk menanam kebajikan dan dilanjutkan dengan pelepasan bunga teratai Pang Cui Ting di sungai menuju nirwana. “Pelepasan ikan oleh warga atau ahli waris dilakukan di Kali Semarang,” ujarnya.

Baca juga:  Pil Koplo Murah, Pengedar Sasar Pelajar

Hari ini akan dilakukan upacara Yen Kou, tujuannya untuk mengurangi dan memperingan karma pada arwah. Caranya, dengan melimpahkan jasa kebajikan kepada arwah agar segera menuju nirwana. Acara diakhiri dengan pembagian sembako kepada 1.200 warga kurang mampu.  “Malam harinya ada ritual membakar replika kapal yang membawa berbagai kertas doa,” imbuhnya.

Salah seorang warga Tionghoa, Jia Li, 36, mengaku selalu mengikuti ritual ulambana ini karena ingin mendoakan leluhurnya. Harapannya arwah leluhur bisa merasakan kebahagiaan. “Selain itu, di rumah juga diadakan berdoa bersama dengan keluarga dirumah,” katanya. (hid/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya