alexametrics

Massa Bakar Pos dan Rusak Mobil

Buntut Lima Anggota Ormas Dikeroyok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Lima pengunjung karaoke di kawasan relokasi Pasar Johar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang babak belur dikeroyok puluhan orang tak dikenal. Kelima korban yang anggota salah satu ormas dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka bacok, satu di antaranya kritis. Kelima korban luka adalah Agus Manto, 35, warga Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, serta Sugiyono, 33; Muhammad Zainal, 24, dan Joni, 33, ketiganya warga Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan. Korban lainnya Fernando, 33, warga Kelurahan Barusari, Semarang Selatan. Kejadian itu dilaporkan ke Mapolrestabes Semarang, Selasa (27/8) kemarin.

Pascakejadian itu, sekitar 300 orang rekan korban mendatangi lokasi kejadian. Namun puluhan orang yang melakukan pengeroyokan tersebut telah meninggalkan lokasi kejadian. Merasa tidak terima rekannya dikeroyok, ratusan orang tersebut kemudian melampiaskan emosinya dengan cara melakukan pembakaran pos keamanan di lokasi tersebut. Massa juga melakukan pengerusakan mobil Suzuki Katana yang terparkir di lokasi kejadian

Baca juga:  Libur Lebaran, Perketat Keamanan Kawasan Kota Lama

Menurut korban Fernando, peristiwa ini terjadi Senin (26/8) sekitar pukul 22.00. Pengeroyokan terjadi di karaoke kawasan relokasi Pasar Johar MAJT. “Tadinya enam orang termasuk saya karaoke di tempat itu. Kemudian salah satu teman saya dipanggil oleh operator karaoke, katanya dicari orang,” ungkapnya saat melaporkan kejadian tersebut didampingi kuasa hukumnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (27/8).

Selanjutnya, rekannya yang dipanggil oleh operator karaoke tersebut kemudian keluar dan menemui orang yang mencarinya. Tidak berselang lama bertemu, keduanya terlibat adu mulut dan berujung perkelahian.  “Nggak tahu, waktu itu saya nyanyi di dalam room karaoke. Tahu-tahu pada berkelahi, ternyata sudah banyak orang di luar,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Temukan 12 Indikasi Pelanggaran Tata Ruang

Menurut pria yang dipanggil Nando ini, sedikitnya ada 20 orang tak dikenal. Mereka ada yang membawa senjata tajam. Akibat perkelahian ini, Nando dan rekan-rekannya mengalami luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ada yang dibawa ke RS Pantiwilasa Citarum, dan ada yang dilarikan ke RS Bhayangkara. “Saya sudah diperbolehkan pulang, kalau yang satunya masih dirawat di rumah sakit,” katanya.

Kuasa hukum korban, Budi Kiatno, mengatakan, pelaporan tersebut telah diterima petugas SPKT Polrestabes Semarang. Pelaporan tersebut terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh kurang lebih 20 orang tak dikenal.”Karena banyak korban dan orang yang melakukan pengeroyokan ini menggunakan senjata tajam, kemudian kita langsung berkoordinasi dengan polrestabes melaporkan kejadian ini,” ujarnya.

Budi menjelaskan, perkelahian itu awalnya ada salah satu dari korban yang dicari seseorang. Setelah keluar dari room karaoke, kemudian korban terlibat cekcok dengan orang yang mencari tersebut. “Yang dipanggil ternyata bukan dia yang dicari, terus nggak tahu, teman-teman yang dipanggil itu diserang pakai senjata tajam. Alasannya nggak jelas. Melibatkan sekitar 20 orang pelaku. Korban ada lima orang, satu orang luka berat,” katanya.

Baca juga:  Puluhan Orang Ngamuk, Balita Terluka

Budi menambahkan, pihak kepolisian diminta untuk mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya juga mengakui telah mengantongi sejumlah nama orang-orang yang terlibat melakukan pengeroyokan tersebut. “Makanya setelah mendapat informasi kejadian ini kita langsung koordinasi dengan pihak organisasi. Identitasnya (pelaku pengeroyokan) sudah kita tahu. Langkah selanjutnya kita tetap penyelesaian secara hukum,” ujarnya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Warijan saat dihubungi belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya