alexametrics

Keberadaan Dosen Asing Tak Perlu Dikhawatirkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Keberadaan dosen asing mengajar di Perguruan Tinggi di Indonesia memang menuai banyak pro dan kontra. Di sisi lain, muncul kekhawatiran akan menggeser tenaga pengajar atau dosen lokal.

Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Edi Nur Sasongko berharap supaya melihat fenomena tersebut dari pemikiran yang lain. Misalnya dari sisi branding Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Dimana keberadaan dosen luar negeri tersebut bisa menambah daya tarik mahasiswa dan masyarakat untuk masuk ke PTS. “Itu sifatnya merupakan pilihan (PTS), boleh mendatangkan,” ujar Edi saat ditemui di ruangannya, Rabu (21/8).

Menurut Edi yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonsia (Aptisi) Jawa Tengah itu, apabila jumlah dosen luar negeri tersebut jumlahnya kecil tidak perlu ada kekhawatiran dari tenaga pengajar lokal.

Selain itu, selama ini banyak pengelola PTS yang menilai jika mendatangkan dosen asing memakan banyak biaya. Hal itulah yang menjadikan PTS urung mendatangkan dosen asing. Padahal, tidak semua dosen asing memiliki harga mahal.

Baca juga:  Banjir Jakarta, Okupansi Hotel di Semarang Tinggi

Seperti halnya yang dilakukan oleh Udinus yang mendatangkan dosen dari Hungaria yang saat ini mengajar di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Dikatakan Edi, harga dosen-dosen dari asia dan eropa timur memang relative murah jika dibandingkan dengan wilayah eropa lain dan amerika serikat.

Satu bulan, biaya yang dikeluarkan dari PTS untuk menggaji dosen asing dari eropa timur sebesar 1.000 dolar US. Harga tersebut terbilang sangat murah, apalagi kualitas dan kemampuan mereka juga sama jika dibandingkan dengan dosen asing dari amerika serikat atau inggris.

Bahkan, mendatangkan dosen asing ke PTS juga memiliki nilai lebih selain dari sisi branding. Tentunya yaitu kemampuan berbahasa inggris. Dimana mahasiswa juga bias belajar Bahasa inggris secara tidak langsung dari dosen luar negeri tersebut.

Baca juga:  Sido Muncul Ajak Teliti Tanaman Obat

“Secara perhitungan bisnis di PTS memang lebih murah jika mendatangkan dosen dari wilayah eropa timur dan asia,” katanya. Disebutkan Edi, adapun tariff umum mendatangkan dosen dari amerika serikat atau inggris perbulan PTS harus menggaji sebesar 6.000 dolar.

Harga tersebut terbilang mahal hanya untuk mendatangkan satu dosen luar negeri saja. “Kalau yang di datangkan hanya satu atau dua kan juga tidak mengurangi kesempatan dosen lokal untuk mengajar,” katanya. Apalagi dosen yang di datangkan dari Hungaria tersebut juga bergelar doktor.

Di sisilain, secara perhitungan bisnis, apabila menyekolahkan dosen yang masih S2 ke jenjang S3 untuk memperoleh gelar Doktor juga masih belum pasti. Biaya yang dikeluarkan oleh pihak PTS juga akan lebih besar.

Dimana memperoleh gelar doctor tersebut harus ditempuh pendidikan yang tidak sebentar. Rata-rata membutuhkan waktu 7 tahun untuk memperoleh gelar Doktor. “Beratnya itu biaya, waktu. Dimana doctor itu minimal 3 thun tetapi kenyataannya doctor 7 tahun baru pda lulus,” katanya.

Baca juga:  Malam Ini MLTR Konser di Marina Convention Center

Kendala lain yaitu setiap lulusan Doktor harus mempublikasikan jurnal ilmiah mereka ke dunia internasional. Hal itu tentunya akan semakin memakan banyak waktu dan biaya. Berbeda ceritanya jika mendatangkan dosen asing yang juga sudah bergelar doktor.

Dimana dari sisi bisnis pengelolaan PTS akan lebih bisa memangkas biaya. Kemampuan yang dimiliki juga sama dengan dosen-dosen lokal. Selain itu mereka juga aktif menulis jurnal ilmiah yang dipublikasikan ke dunia internasional.

Dijelaskan Edi, beberapa negara yang memiliki dosen berkualitas dan harga murah untuk mendatangkannya antara lain India. Juga beberapa negara di eropa timur seperti hungaria, dan negara asia lain seperti Thailand, Filipina. (ewb/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya