alexametrics

Hendi: Jangan Terprovokasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Warga Kota Semarang diminta untuk tidak terprovokasi dengan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa asal Papua dalam aksi pengibaran bendera bintang kejora beberapa waktu lalu.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, keutuhan NKRI harus lebih diutamakan. “Prinsipnya, kita ajak ngomong mereka Insyaallah tidak akan ada persoalan yang lebih sensitif lagi,” ujar Hendi, sapaan akrabnya ditemui usai membuka seminar bertajuk Inklusi dan Toleransi di Universitas Katholik Soegijapranata (Unika) Senin (26/8).

Dikatakan Hendi, mewujudkan wilayah yang kondusif merupakan salah satu bentuk upaya memelihara NKRI. “Maka sudah menjadi tugas para pemimpin wilayah untuk bisa merangkul semua kelompok dan golongan ini,” katanya.

Baca juga:  Rekomendasi Turun, Hendi-Ita Didukung Lima Partai

Ia juga meminta kepada masyarakat dan semua pihak apabila terjadi persoalan yang menyangkut tentang SARA untuk cepat bisa diredam. “Termasuk mengupayakan dan menjelaskan apabila ada sedikit persoalan yang menyangkut tentang SARA, untuk bisa dikomunikasikan dan diatasi secara cepat,” tuturnya.

Menurutnya, tidak ada satupun pemimpin daerah yang rela wilayahnya dibuat kisruh. Karenannya komunikasi yang baik sangatlah penting. “Kalau menurut saya tidak ada pemimpin daerah yang mau wilayahnya geger hanya karena persoalan yang sifatnya sebenarnya tidak begitu principal,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sabtu kemarin, aksi yang digelar di Jalan Pahlawan Kota Semarang atau berada tepat di depan komplek Gubernuran Jawa Tengah itu, berkibar bebas simbol-simbol organisasi pembebasan Papua merdeka.

Baca juga:  Tavip Supriyanto Jadi Penjabat Wali Kota Semarang

Bahkan, satu persatu peserta aksi demo memberikan orasi bernada menggelorakan Papua agar mendapat hak menentukan nasib sendiri alias self-determination right. Tentunya hal tersebut dapat mengusik kondusivitas Kota Semarang yang selama ini terjaga.

“Di demo di Jayapura adalah sebuah ekses, di mana waktu itu media sosial dipergunakan untuk menghasut. Ini harus ada sebuah langkah yang lebih solutif. Karena sebenarnya persoalannya pasti terkait NKRI,” tuturnya.

Karenannya Hendi meminta supaya kondusifitas di Kota Semarang tetap terjaga meski beberapa waktu lalu pernah digegerkan dengan aksi demo mahasiswa papua yang mengibarkan bendera kejora.

Apalagi, isu SARA saat ini berpotensi dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah NKRI. “Saya melihat yang (demo) di Semarang begitu ada komunikasi, mereka melakukan aktivitas yang terjadi pada hari sabtu kemarin, kini sudah lerem lagi,” ujarnya. (ewb/zal)

Baca juga:  Jamin Keamanan Mahasiswa Papua

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya