alexametrics

Gundukan Hanoman Dikepras 2020

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Gundukan atau tanjakan dan turunan di Jalan Raya Siliwangi, tepatnya samping Kantor Samsat Jalan Hanoman Semarang Barat akan dilakukan pengeprasan awal 2020. Hal ini dilakukan mengingat lokasi jalan tersebut sering menimbulkan kecelakaan lalulintas, baik hanya luka hingga meninggal dunia.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengaku telah mendorong pemerintah untuk melakukan pengeprasan gundukan di lokasi yang berdekatan dengan traffic light atau simpang Hanoman. Lokasi tersebut merupakan blackspot atau titik rawan kecelakaan.

Alhamdulillah ini sudah berhasil disetujui. Pekerjaan akan dimulai awal 2020 dengan anggaran dari pusat. Sebelumnya, kami memang berkirim surat langsung kepada Sub Direktorat Keselamatan Jalan Kementrian PU PR,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (26/8) kemarin.

Baca juga:  Kurangi Mobilitas, Lima Jalan Protokol Semarang Ditutup 24 Jam

Terkait jumlah anggaran yang digelontorkan, Ardi mengaku belum mengetahui pasti. Namun pengeprasan tanah di lokasi tersebut sepanjang kurang lebih 90 meter.

“Kalau soal anggaran saya kurang tahu jelas. Nanti dari Kementrian PUPR akan melaksanakan kegiatan tersebut. Mereka sudah mengukur, ada 4 sampai 5 meter tanah yang akan dikepras sepanjang lebih kurang 90 meter,” bebernya.

Seringnya kecelakaan yang terjadi di lokasi traffic light Hanoman, berawal setelah kendaraan melintas dari arah barat menaiki gundukan atau tanjakan, kemudian tiba-tiba kontur jalan menurun. Tak disangka, terdapat antrean kendaraan di traffic light.

“Nanti kalau sudah dikepras, jarak pandang jadi bebas. Selama ini yang bahaya karena ada gundukan, ibaratnya kaya cilukba, tiba-tiba ada antrean kendaraan. Itu membahayakan,” jelasnya.

Baca juga:  Minta CCTV di Kantor Perbankan, Pusat Perbelanjaan, Minimarket dan Perkantoran Diintegrasikan ke Pemkot

Selain di lokasi Hanoman, yang menjadi perhatiannya juga terkait keberadaan parkir kendaraan berat di Jalan Pramuka wilayah Pudakpayung Kecamatan Banyumanik. Menurutnya, sangat mengganggu arus lalulintas.

“Memang betul keberadaan truk parkir yang ada di tempat tesebut membahayakan juga, menggangu orang yang berputar arah, kemudian mengganggu kendaraan yang melaju dari arah Ungaran karena pas tikungan,” katanya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya