alexametrics

Sekali Ledakan, Tujuh Kios Langsung Terbakar

Di Pasar Kedungmundu

Artikel Lain

RADAR SEMARANG.ID, SEMARANG-Sarniah, perempuan pedagang sembako di Pasar Kedungmundu hanya bisa duduk terkulai lemas, sembari melihat barang daganganya menjadi arang. Kios tempat jualannya yang berukuran 3×3 meter hangus terbakar bersama enam kios lainnya pada Minggu (25/8) sekitar pukul 13.00.

Enam kios lainnya yang hangus terbakar adalah milik Miya Dewi, pedagang herbal. Kemudian kios milik Wely, pedagang plastik kantong; kios milik Susi, pedagang kaset CD; kios milik Wiji, pedagang sayuran dan buah; kios milik Eni pedagang mi ayam dan kios milik Endang pedangan aksesoris.

Tujuh kios termasuk milik Sarniah tersebut berada dalam satu blok di bagiandepan sebelah kiri Pasar Kedungmundu. Tepatnya di Jalan Kedungmundu Raya Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang. Saat kejadian, para pemilik kios sudah tidak berada di dalam, karena telah selesai beraktivitas dan sudah pulang ke rumah masing-masing.

Sarniah bersedih. Sorot matanya berkaca-kaca saat memandang kios miliknya yang berlokasi di paling ujung sebelah timur menghadap utara. Sesekali perempuan berhijab ini menoleh ke kanan-kiri memandang orang yang lalu-lalang mengangkat sisa-sisa barang yang terbakar.

Baca juga:  BLARRR! Gudang Tiner Meledak dan Terbakar Hebat

“Tidak bisa menyelamatkan barang-barang. Saya sudah sudah di rumah. Terus dapat kabar, kios saya terbakar. Tadi ya jualan, pukul 12.00 tutup, pulang,” ungkapnya di lokasi kejadian saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (25/8) kemarin.

Sarniah mengakui tidak mengetahui pasti kronologis terjadinya kebakaran tersebut. Terkait kerugian, Sarniah mengkalkulasi di atas Rp 20 juta. “Padahal baru saja diisi sembako, ya lebih dari Rp 20 juta,” terangnya.

Sedangkan pedagang lainnya, Zarkasi mengungkapkan sebelum terjadi kebakaran, telah mendengar suara ledakan di dalam pasar. Kemudian, banyak warga yang melihat ada kepulan asap hitam yang bersumber dari dalam salah satu kios.

“Saat itu, saya di dalam kios, baru saja datang dan istirahat di dalam. Tiba-tiba sekitar pukul 13.00 terdengar suara seperti ban meletus. Setelah itu, baru kelihatan asap di atas warungnya Bu Wiji. Saat saya keluar melihat asap, langsung panik, kemudian menelepon petugas Pemadam Kebakaran (Damkar),” katanya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Terus Tambah Kapasitas Ruang Isolasi

Zarkasi menyebutkan kios milik Wiji digunakan untuk jualan buah-buahan. Saat kejadian, pemilik kios buah tersebut tidak berada di lokasi. Menurut informasi, pemiliknya sedang pulang ke rumah tinggalnya di daerah Babadan Ungaran Kabupaten Semarang. “Setiap hari, biasanya tidur di dalam kios. Dia jualan sayur-sayuran, buah-buahan dan jualan arang,” bebernya.

Api yang semakin membesar, terus menyambar bangunan sebelah kanan kirinya yang menghadap ke selatan, salah satunya pedagang kaset. Selain itu, api juga menyambar tiga kios di belakang yang menghadap ke utara, satu komplek dengan kios milik Wiji.

Mungkin penyebabnya kompor. Soalnya Bu Wiji sering lupa. “Saya sering mengingatkan lho kok balek kenopo Bu. Bilangnya kompor saya belum tak matikan, habis masak air. Saya juga mengingatkan, lho bu jangan sering begitu, kalau nanti kebakaran yang rugi bukan sampeyan saja, semuanya juga rugi. Tapi tidak dihiraukan. Ternyata benar, ini kejadian. Kejadian ini pas pedagang sudah tutup semua, karena sudah siang,” imbuhnya.

Baca juga:  Kebakaran Lahan Ancam Perumahan

Zarkasi membeberkan, kios yang terbakar antara lain kios pedagang sembako, milik Bu Sarniah. Kemudian kios milik Eni, Endang, Jujuk tidak terkena api, namun atapnya roboh. Sedangkan kios paling parah. “Milik Bu Wiji hancur semua, sama milik Bu Endang dan milik Bu Sarniah hancur, sembakonya habis semua,” katanya.

Api yang telah melalap tujuh kios tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Damkar Kota Semarang dengan mengerahkan tujuh unit mobil Damkar. Sementara, Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Abadi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. “Dugaannya, api dari kompor di dalam salah satu kios yang terbakar. Kemungkinan pemiliknya lalai mematikan, dan sedang tidak ada di tempat. Para penghuni atau pemilik kios untuk sementara diambil keteranganya di Polsek Tembalang,” katanya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya