alexametrics

Berkas Pidana 12 WNA Taiwan Diproses

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Sebanyak 12 tersangka dan barang bukti dugaan pelanggaran keimigrasian yang menjerat Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan telah dilimpahkan dari Kantor Imigrasi Kelas I Semarang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang.

“Belum lama kemarin, kami melakukan pelimpahan tahap kedua, dengan tersangka 12 orang WNA asal Taiwan. Sekarang statusnya sudah menjadi tahanan kejaksaan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Filianto Akbar, melalui Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Ma’mum, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (25/8).

Ditegaskannya, saat ini para pelaku telah menjadi tahanan kejaksaan karena sudah memasuki pelimpahan tahap II. Yakni penyerahan tersangka dan barang bukti. Atas pelimpahan itu, lanjutnya, kejaksaan akan menyidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang. “Kasus lain belum ada,” ujarnya.

Baca juga:  Tangis Keluarga Pecah Saat Pemakaman Empat Korban Helikopter MI-17

Terpisah, Kepala Kejari Semarang, Dwi Samudji melalui Kasi Intelijen, Nur Winardi, mengakui adanya pelimpahan berkas tersebut. Pihaknya menyebutkan, kasus itu sedang disusun dakwaannya oleh jaksa penuntut umum (JPU). Nantinya akan segera dilimpahkan ke PN Semarang untuk segera disidangkan. “Pelimpahan sudah Rabu atau Kamis, detailnya di kantor. Kalau pelimpahan ke pengadilan dalam waktu dekat sudah dilakukan,” kata Nur Winardi.

Sebelumnya, petugas Imigrasi Semarang menangkap 40 WNA asal Taiwan dan China. Petugas mengamankan mereka dari sebuah rumah mewah di Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11 Kota Semarang pada 18 April 2019 silam. Gerombolan WNA tersebut diduga merupakan pelaku kejahatan penipuan menggunakan alat komunikasi elektronik terhadap warga asing di Taiwan maupun China.

Baca juga:  Perkuat Pasar Sport, CBR150R Punya Warna Baru

Atas penangkapan itu, Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) Jawa Tengah, Ramli HS menyampaikan bahwa 11 dari 40 WNA yang telah diamankan petugas Imigrasi Semarang merupakan buronan interpol. Adapun 11 buronan tersebut melakukan penipuan kepada korbannya melalui sambungan telepon yang dilakukan dari luar negeri untuk menghasilkan uang.

“Mereka melakukan hal itu di Jepang. Kemudian kabur ke Indonesia untuk melakukan aksi serupa. Di Jepang melakukan hal yang sama. Dari sana diminta oleh orang yang memobilisasi untuk mengamankan diri ke Indonesia,” jelasnya.

Disebutkannya, pihak keimigrasian mulai curiga karena banyak WNA Taiwan dan China yang usianya muda datang ke Semarang. Penelusuran dilakukan hingga kecurigaan mengerucut pada rumah mewah di Puri Anjasmoro yang dihuni banyak WNA sejak sebulan terakhir. “Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Jateng berkoordinasi dengan Polda Jateng terkait tindak pidana yang mereka lakukan,” sebutnya. (jks/ida)

Baca juga:  Jepit Terong Seru, Gebuk Bantal Heboh

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya