alexametrics

E-Auditing Tangkal Perusahaan Nakal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Diperlukan penyesuaian, dalam bentuk inovasi, untuk menjaga agar perusahaan plat merah tetap berjalan di dalam tracknya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, inovasi tersebut termasuk dalam hal pengawasan. Di tengah perkembangan teknologi, ia berharap pengawas internal perusahaan plat merah menciptakan e-auditing untuk memberikan kemudahan, tidak menakutkan, tetapi tetap akuntabel. Hal ini untuk menangkal praktik nakal dalam perusahaan milik pemerintah.

”Di sini peran pengawas internal sangat luar biasa. Misal kuasa pengguna anggaran, yang melakukan tidak keliru karena SOP yang berbelit belit,” ujarnya dalam Munas dan Konferensi Nasional IV Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) di Semarang, Kamis (22/8).

Baca juga:  Ora Mung Nyengenges Hadirkan Karya 57 Kartunis Nusantara

Sejauh ini, persoalan yang masih sering dihadapi adalah terkait rumitnya pembuatan pelaporan, akuntabilitas dan transparansi. Sehingga memang diperlukan upaya audit dengan baik agar perushaaan-perusahaan berjalan baik. ”Tidak terjadi distorsi. Tidak ada Mark up dan Mark down pada anggaran,” ujarnya. Pengawasaan seperti ini juga ia dorong agar dapat dilakukan di BUMD Jawa Tengah.

Transparansi memang perlu dibangun sejak awal. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya, mulai dari perencanaan, budgeting dan yang lainnya dapat diunggah secara online. Setiap kerja yang dilakukan dan diunggah, otomatis dapat diaudit oleh pengawas. ”Apakah itu bisa dilakukan atau tidak, harapan kita ada lah revolusi dalam pengawasan,” harapnya.

Ditambahkan, dalam hal ini memang diperlukan terobosan-terobosan besar untuk memotong birokrasi. Menciptakan birokrasi yang tidak berbelit-belit sehingga dapat mempercepat pekerjaan. ”Kompromi itu mudah-mudahan bisa dibuat. Inovasi bisa dilakukan,” jelasnya.

Baca juga:  Unnes Masuk 175 Universitas Terbaik di Asia

Ketua Umum FKSPI Saiful Huda mengatakan memang terjadi perubahan di lingkungan bisnis akibat perkembangan teknologi. Perubahan yang sangat cepat. Hal ini harus diantisipasi dengan cepat pula oleh perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah memperkuat fungsi Satuan Pengawas Intern (SPI).

”Menyiapkan agar SPI bisa mengembangkan potensi dan kapabilitasnya. Sehingga bisa mengawal bisnis di perusahaan masing-masing,” ujarnya dalam acara yang dihadiri 300 orang dari 60 BUMN, BUMD pemerintahan, dan perbankan yang menjadi anggota FKSPI. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya