alexametrics

Jepit Terong Seru, Gebuk Bantal Heboh

Pitulasan Ala Radar Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANGKompak dan seru. Itulah yang tergambar dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI keluarga besar Jawa Pos Radar Semarang yang digelar Selasa (20/8) kemarin. Hampir seluruh karyawan mengikuti acara yang digelar mulai pukul 11.00 tersebut. Para karyawan kompak mengenakan kaos warna putih dengan atribut merah putih. Sejumlah perlombaan digelar yang memancing gelak tawa. Ada lomba estafet karet, estafet terong, estafet tepung dan mengeluarkan bola pingpong dari dalam paralon berlubang dengan cara mengisi air. Semua perlombaan membutuhkan kekompakan dan kerja sama tim. Yang tak kalah hebohnya adalah lomba meniti jembatan bambu yang dipasang di atas kolam renang di kompleks kantor Jawa Pos Radar Semarang. Lomba terakhir adalah gebuk bantal yang juga digelar di kolam renang.

Keseriuan sudah terlihat saat lomba estafet karet. Semua mengikuti perlombaan tanpa terkecuali, termasuk Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, General Manager Iskandar dan jajaran manajer. Seluruh karyawan dibagi dalam 8 tim. Masing-masing beranggotakan 7 orang. Kebetulan kelompok direktur mendapat giliran pertama melawan dua kelompok lainnya.

Susah payah para peserta lomba justru memancing gelak tawa karyawan lainnya yang menunggu giliran lomba. Seperti ketika wartawan Salatiga Dhinar Sasongko dengan postur tubuh tingginya, kesulitan mengambil karet menggunakan sedotan dari meja berkururan 1 meter dengan tinggi yang hampir sama. Dia harus jongkok.

Kowe kedhuwuren kok, kene ganti aku,” ujar Manajer Iklan Sugiyanto Wiyono yang tak sabar karena kelompok lainnya sudah empat sampai lima kali putaran. Sementara kelompoknya belum berhasil mengambil satu karet.

Berada di paling ujung dalam kelompoknya, Redaktur Pelaksana Ida Noor Layla tampak semangat memasukkan karet yang dibawanya dengan sedotan di mulut, ke leher botol minuman soda yang disediakan panitia. Aturannya memang seperti itu. Kelompok yang terbanyak memasukkan karet di leher botol, merekalah pemenangnya.

Baca juga:  Jalan Santai Tanamkan Kebersamaan Siswa

Tak kalah semangat Pemimpin Redaksi Arif Riyanto. Bahkan pria dengan nama beken Aro ini ikut dua kali pada perlombaan estafet karet. Perlombaan kedua, ia nyempil ke kelompok lain. ”Penasaran aku,” ujarnya dengan senyumnya yang khas hampir ke mrenges.

Meskipun kalah, kelompok Redaktur M Rizal Kurniawan tetap sujud syukur. ”Marai sedotane letoy og,” ujarnya memprotes sedotan.

Lomba kedua tidak kalah hebohnya. Lomba estafet terong. Setiap tim harus memindahkan terong ungu secara estafet dengan dijepit menggunakan paha. Setiap peserta diberikan jarak 1 depa. Bisa dibayangkan bagaimana para peserta berjalan sembari menjepit terong di pahanya. Sontak tawa pecah ketika terong dipindahkan dari satu paha ke paha lainnya. Ada peserta yang usil. Apalagi peserta pria yang memindahkan terong ke paha peserta wanita.

Koordinator online RADARSEMARANG.ID Agus Purwahyudi bahkan memindahkan terongnya ke anggota kelompok lainnya. ”Salahhh kamarrrr,” teriak peserta lainnya disambut tawa.

Ditambah polah tingkah Redaktur Baskoro Septiadi yang berjoget sembari menjepit terong di pahanya. Barangkali mau menyemangati sekaligus ngece kelompok lawan. Sayangnya, kelompok redaktur berperawakan tinggi dengan rambut tipis ini kalah dari kelompok Taufiq Rikhoyadi.

Tidak hanya Redaktur Baskoro, joget-joget kecil juga dilakukan Redaktur Pratono mengikuti lagu dangdut yang mengiringi semaraknya perlombaan. Pemandangan langka. Tawa pria yang akrab disapa Mas Prat yang baru melepas masa lajang ini juga lepas.

Lomba ketiga, peserta harus memindahkan satu gelas plastik tepung secara estafet menggunakan piring plastik kecil. Masing-masing anggota kelompok duduk berbaris dan memindahkan tepung dari satu piring ke piring lainnya dari atas kepala. Rambut, wajah dan seluruh badan menjadi putih. Tapi seluruh peserta bahagia.

Baca juga:  MAKI Cabut Gugatan Lawan Jaksa Agung

Setelah diketahui pemenang lomba ketiga ini, ketua panitia acara Mariska Hemas bersama Rizky Noraningtyas mengarahkan pada lomba keempat. Mengeluarkan bola pingpong dari dalam paralon dengan sejumlah lubang. Caranya denngan mengisi air pada paralon. Satu orang mengisi paralon menggunakan gayung, sementara anggota lainnya menutup lubang yang bolong.

Dalam lomba ini, tim Direktur Baehaqi bersaing dengan tim mantan Manajer Iklan Tri Sutristyaningsih untuk mengeluarkan bola pingpong. Berkali-kali kedua tim bolak balik mengambil air dari ember untuk diisikan ke paralon. Mulai capek, direktur sedikit iseng. Air di gayung, tidak ia masukkan ke paralon, tapi justru disiramkan ke anggotanya. Kurang puas, satu ember dibawanya dan dihadiahkan kepada Mariska dkk. Basahhh..

Puncak keseruan ketika semua keluarga besar Jawa Pos Radar Semarang berkumpul di kolam renang kantor Jalan Veteran No 55 Semarang. Direktur mengadakan perlombaan adu keseimbangan dengan melintasi bambu yang dipasang melintang di atas kolam renang. Baehaqi menyebut meniti jembatan sirotol mustaqim. Hampir semua karyawan diabsen satu per satu mengikuti perlombaan ini. Lima orang pemenang kemudian mendapat hadiah langsung dari  kantong direktur. Masing-masing Rp 500 ribu atau total Rp 2,5 juta.

Giliran pertama tim manajer. Dimulai dari General Manager Iskandar. Baru dapat separo jalan, Iskandar sudah hilang keseimbangan. Dia jatuh ke dalam kolam. Sempat glagepan, sebelum akhirnya ditolong Slamet. “Saya ndak bisa renang,” kata Iskandar. Berikutnya, Arif Riyanto. Dia berhasil melintasi bambu. Namun pemenang tantangan direktur ini adalah Manager Pemasaran Yuni Ekowati Marfuah. Direktur pun langsung merogoh uang Rp 500 ribu, diserahkan ke Yuni. “Alhamdulillah,” ucap Yuni penuh syukur.

Tak hanya para manajer, seluruh karyawan juga mendapat tantangan direktur. Satu per satu diminta melintasi jembatan sirotol mustaqim. Empat karyawan beruntung meraih masing-masing uang Rp 500 ribu. Mereka adalah kasir Ida Nor Afia, wartawan wilayah Kendal Budi Setyawan, bagian penagihan Slamet Riyadi dan layout Reza Abdurrahman. “Lumayan bisa buat beli susu anak,” kata Ida Nor Afia.

Baca juga:  Lacak Pelaku lewat Rekaman CCTV

Keseruan berlanjut dengan perang bantal di kolam renang. Termasuk Direktur Baehaqi melawan wartawati Maria Novena Sinduwara yang akhirnya dimenangkan oleh Maria. ”Mar, hanya kepadamu saya menyerah,” seloroh Baehaqi.

Tidak hanya suka cita dalam perlombaan. Sebelumnya, dipimpin langsung Baehaqi, segenap karyawan dan jajaran direksi mengadakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Dalam sambutannya, direktur meminta karyawan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Tentu dengan penuh semangat juang seperti yang dimiliki para pahlawan.

”Semangat menjadi  modal kita untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki. Mari kita bersama-sama menjaga kekompakan untuk meraih tujuan bersama kita. Merdekaaaaa!!!!!,” pekiknya disambut pekik yang sama dari seluruh karyawan.

Menurut Baehaqi, saat ini bangsa Indonesia memang sudah merdeka, tetapi belum merdeka untuk diri kita sendiri. “Kita harus bisa perangi diri kita sendiri. Disiplin waktu, itu harus kuat. Jangan santai-santai,”tegasnya.

Tak ketinggalan General Manager Iskandar memekikkan merdeka dengan gaya ala militer. Pemimpin Redaksi Arif Riyanto juga menyampaikan agar para karyawan tetap menjaga kesehatan. Selain menjaga pola makan, juga dengan menjaga pikiran. “Dijaga agar selalu happy,” pesannya.

Usai upacara, acara dilanjutkan makan bersama beralaskan daun pisang yang disusun memanjang ala kembul bujana. Berisi nasi, gudhangan atau urap, mi, ayam, tahu, tempe, ikan asin, kerupuk, sambal dengan lalapan timun. Sebelum santap siang bersama, keluarga besar Jawa Pos Radar Semarang memanjatkan doa untuk leluhur, orangtua, keluarga, dan kesuksesan perusahaan media massa cetak yang menjadi sawah bersama. Doa dipimpin Falakudin, karyawan bagian layout. (sga/ria/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya