alexametrics

Ketua MPR: Saatnya Kita Jahit Merah Putih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ketua MPR Zulkifli Hasan hadir di tengah ribuan mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Semarang (Unnes).  Zulkifli menyampaikan orasi ilmiah pada upacara Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) di Lapangan Atletik Prof Dirham Unnes. Kepada para maba, Zulkifli menyebut pemilihan umum merupakan salah satu cara menuju kedaulatan, bukan untuk memecah belah.

“Pemilihan salah satu cara menuju kedaulatan. Pilpres dan pileg bukan buat kita pecah belah dan saling menyakiti,” tegas Zulkifli di hadapan 7.790 mahasiswa baru Unnes,  Senin (19/8).

Karena itu, menurut Zulkifli, sudah saatnya kembali bersatu setelah proses pemilihan usai. Masih banyak yang menyalahartikannya, sehingga berbagai alasan dipakai untuk ribut. “Banyak yang salah paham, jadi apa-apa dibuat ribut, buat tarung. Pilpres dan pileg itu cara kita berdaulat,” ujarnya.

Baca juga:  Siapkan Empat Rute Feeder Tunjang BRT

Ketua Umum PAN ini menjelaskan maksud pesan kebangsaannya itu. Saat ini sudah saatnya kembali menjahit Merah-Putih dan mendukung pemerintahan. “Pesan kebangsaan tadi, pilpres-pileg itu salah satu jalan bersatu, bukan pecah belah. Pilpres usai, kita jahit Merah-Putih, bersatu bantu Pak Jokowi, bantu pemerintah biar sukses. Rakyat sejahtera dan makmur adalah tujuan semua orang, tujuan partai. Nanti kalau mau tarung, tunggu nanti 2024,” jelas Zulkifli.

Ditanya dukungan PAN pascapilpres, Zulhasan –sapaannya—menegaskan, PAN yang menjadi koalisi pasangan Prabowo-Sandi telah menentukan sikap untuk mendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo Ma’ruf Amin. “PAN siap dukung pemerintahan kok. Nggak pakai syarat ataupun imbalan, nggak minta apa-apa pula. Yang penting berjuang untuk masyarakat agar lebih baik dan sejahtera,” katanya.

Baca juga:  Warga Kendal Lumpuh Setelah Melahirkan, Keluarga Polisikan RS Hermina

Disinggung tentang respon Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, terkait PAN yang akan mendukung pemerintah, Zulkifli mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan mempersilakan awak media untuk menanyakan langsung kepada Amien Rais. “Kalau Amien Rais, gimana? Tanya sendiri ya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman menambahkan, selain dibekali ilmu akademik, universitas juga punya peranan untuk menanamkan nasionalisme, salah satunya ideologi bangsa, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, pengenalan budaya dan lainnya. “Unnes juga membentuk karakter mahasiswa. Bahkan kampus ini siap menindak tegas mahasiswa yang terbukti melanggar nilai Pancasila dan etika bangsa Indonesia, seperti radikalisme, narkoba serta pergaulan bebas,” katanya. (den/aro)

Baca juga:  Deteksi Omicron, Dinkes Semarang Tunggu Hasil 20 Sampel

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya