alexametrics

Bakar Lahan, Tewas Terjebak Kobaran Api

Artikel Lain

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -Nasib tragis dialami Mundakir, 55, warga Wates Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Niatannya membuka lahan untuk bercocok tanam, justru berujung petaka. Ia ditemukan tewas terpanggang setelah terjebak kobaran api di lahan yang diduga dibakarnya sendiri.

Peristiwa tragis itu dialami korban saat membersihkan lahan kosong yang ditumbuhi ilalang, pohon glagah dan semak perdu. Lokasi lahan berada kurang lebih 200 meter di belakang sebuah apartemen di kompleks Perumahan Permata Puri, Taman Khayangan, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (18/8) sekitar pukul 11.30.

Awal mula diketahuinya kejadian ini saat satpam perumahan bernama Pae, warga Beringin Elok sedang duduk di pos satpam melihat adanya asap hitam dan tebal dari arah apartemen. Melihat hal itu, saksi beserta warga lainnya mendekati lokasi kebakaran. Ada juga yang melapor ke Dinas Kebakaran Kota Semarang.

Pihak petugas pemadam kebakaran yang nendapat laporan datang ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian dan menyemprotkan air ke titik kobaran api.

Baca juga:  Akademi Asih Husada Buka Prodi Baru

“Setelah padam saksi melihat ada seseorang yang dalam posisi tertelungkup. Setelah didekati, korban sudah meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Ngaliyan, AKP Yustinus kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (19/8).

Setelah dilakukan olah TKP oleh Unit Inafis Polrestabes Semarang, selanjutnya, jenzah dievakuasi ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Kendaraan korban juga ditemukan di parkir kurang lebih 200 meteran di bawah pohon pisang,” bebernya.

Kepolisian juga telah meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. Keterangan yang telah diterimanya, awalnya korban membersihkan pepohonan yang tumbuh lebat di lokasi kejadian. Selanjutnya lahan tersebut akan digunakan untuk bercocok tanam. Tumbuhan tersebut dibersihkan dengan cara dibakar oleh korban sendiri.

Baca juga:  Anjurkan Diskon Pemilik Bangunan

“Korban datang sendirian membakar tumbuhan glagah serta semak perdu yang sudah kering. Karena cuaca dalam keadaan panas dan angin berhembus kencang api semakin membesar dan korban terjebak di dalam, tidak berhasil menyelamatkan diri,” katanya.

Pasca kejadian, Yustinus juga mendatangi lokasi kejadian. Diakuinya, semak glagah yang tumbuh di lokasi tersebut sangatlah tinggiKurang lebih ketinggianya mencapai 2 meter. Bahkan, kondisi semak tersebut sangat rapat. Sehingga korban diduga kesulitan saat berlari keluar menyelamatkan diri dari kepungan api.

“Itu kan lokasinya posisinya di perbukitan. Diduga korban akan lari keluar yang ke arah tanjakan, namun karena faktor usia, dan terlalu menghirup banyak asap akhirnya tidak berhasil menyelamatkan diri. Posisinya ditemukan itu tengkurap,” jelasnya.

“Itu saya cek kesana, tumbuhan glagah itu tingginya dua kali lipat tinggi badan saya. Alat (bendo) yang digunakan untuk mbabati itu juga ditemukan kurang lebih dua meter didepannya. Mungkin dia mau naik (tanjakan) tapi tidak kuat terus mlorot lagi,” lanjutnya.

Baca juga:  Protes Pembagian Lapak, Pedagang Pasar Johar Kirim Karangan Bunga ke Kantor Disdag Semarang

Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan atas meninggalnya korban dalam kejdian ini. Selain itu, keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi oleh pihak kepolisian dan telah membuat surat pernyataan. Kemudian korban telah di serahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

“Pihak keluarga sudah menerima dan menyadari dan tahu betul kalau itu sebuah musibah,” katanya.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Semarang, rumah korban tampak terlihat sepi pasca kejadian, Senin (19/8). Di depan rumah korban, hanya terdapat kursi dari plastik warna biru yang ditumpuk di halaman depan di bawah pohon mangga. Saat disambangi, dari dalam rumah keluar remaja yang belakangan diketahui anak korban. “Maaf kami belum bisa menyampaikan apa-apa, ini masih berduka. Mohon doanya saja. Kami juga mohon maaf,” ujarnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya