alexametrics

Tiga Bulan Sekali, Rumah Pancasila Gelontor Beasiswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 32 pelajar dari kalangan kurang mampu mendapat beasiswa dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum.

“Kami sudah melakukan survei ke tempat tinggal mereka. Mereka tinggal di kos-kosan yang satu ruangan ditinggali semua anggota keluarga,” ungkap Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera saat menggelar kegiatan di Puri Maerokoco, Semarang Barat Minggu (18/8).

Beasiswa ini diberikan bertepatan dengan peringatan ulang tahun pertama Rumah Pancasila dan Klinik Hukum. Sedangkan 32 orang tersebut pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, termasuk juga mahasiswa. “Orang tua mereka ini tidak memiliki pekerjaan tetap, ada kalangan dari buruh, tukang ojek, buruh cuci, buruh setrika, tukang pijit,” bebernya.

Baca juga:  Klaster Bertambah, Tiga Pejabat Pemkot Positif Covid-19

Yosep mengatakan, kegiatan ini bisa memberikan contoh bagi masyatakat lain dan pemerintah, untuk mewujudkan sila-sila dari Pancasila, terutama sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Sebagai warga yang memegang nilai-nilai Pancasila, pihaknya mengajak untuk membuka akses seluruh warga Indonesia agar bisa mendapatkan hak-hak mereka.

“Selama ini, hanya orang-orang yang kuat dan mampu saja yang bisa mengakses sumberdaya sebagai pendapatan ekonomi. Sehingga, terjadi kesenjangan. Jadi kami membantu warga yang kekurangan, memberikan bantuan agar mereka terpelajar agar nantinya bisa bersaing,” jelasnya.

Rumah Pancasila dan Klinik Hukum yang baru berdiri satu tahun ini juga telah banyak melakukan kegiatan bakti sosial (Baksos) diantaranya adalah bedah rumah dan bantuan hukum secara gratis. Ke depan, Yosep berencana memberikan bantuan beasiswa lebih banyak.

Baca juga:  Capaian Vaksinasi Anak Tembus 33,4 Persen

“Rencana nanti kita berikan setiap tiga bulan sekali kepada mereka yang tidak mampu. Bukan hanya untuk warga Jawa Tengah saja, tapi seluruh Indonesia. Targetnya kita hanya satu, bekerja untuk manusia, siapapun dia, dan target umum adalah orang-orang yang tertinggal dan orang-orang yang tertindas,” tandasnya. (mha/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya