alexametrics

PT KAI Klaim Sesuai Prosedur Cairkan Dana Pengadaan Kursi Tunggu

Artikel Lain

RADARSEMARANG,ID, SEMARANG- Tak berhasil mendapatkan keuntungan dari hasil pengadaan kursi tunggu penumpang di stasiun Semarang-Tawang sebesar Rp 224.580. 000,- Direktur CV Cahaya Putri ajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Gugatan itu diajukan melawan Direktur CV Mandiri Jaya Abadi, Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia Cabang AH Yani Semarang dan turut tergugat Manager Fasilitas Penumpang Daop IV PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero Semarang.

Menanggapi gugatan itu, Manager Humas Daerah PT KAI Daop IV Semarang, Krisbiyantoro, awal mulanya PT KAI mempunyai maksud untuk menambah kursi tunggu demi meningkatkan pelayanan. Setelah diadakan lelang diikuti tiga perusahaan, kemudian pemenangnya CV Mandiri Jaya Abadi.

Baca juga:  Alami Dugaan Provokasi Rasis hingga Pemukulan, Kader PP Lapor Polisi

“Sedangkan CV Cahaya Putri ada kekurangan berkas sedangkan CV Mandiri Jaya Abadi lengkap. Namun saat tempo waktu mengerjakan CV Mandiri Jaya Abadi tidak sanggup, karena alasannya waktunya mepet, terbatas dan kekurangan dana,” kata Krisbiyantoro, saat ditemui awak media diruangannya, Jumat (16/8/2019).

Kemudian CV Cahaya Putri sanggup mengerjakan, akhirnya kedua CV itu berkomitmen sendiri di luar PT KAI, mempunyai kerjasama sendiri dan membuat perjanjian sendiri di atas materai dan akhirnya dikerjakan oleh CV Cahaya Putri seluruhnya.

“Jadi kedua CV itu buat perjanjian sendiri tanpa sepengetahuan PT KAI. Kami sudah sesuai prosedur, kedua CV itu buat penjanjian sendiri diatas materai, kami (PT KAI) tahunya membayar kepada pemenang,” bebernya.

Baca juga:  Satpam Bobol ATM Mantan Majikan

Sementara itu, dalam pettitum gugatannya, Direktur CV Cahaya Putri Laela Nurhayati melalui tim hukumnya dari kantor hukum AAA & Associates, Andi Dwi Oktavian, Abu Khoer dan Tajri, berharap majelis hakim menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Kemudian menyatakan uang yang telah masuk kedalam rekening BRI atas nama CV Mandiri Jaya Abadi sebesar Rp 224.580.000,- adalah milik penggugat, sehingga harus dikembalikan sesuai dengan surat perjanjian tertanggal 23 Mei 2018.

“Kami juga meminta majelis menyatakan menurut hukum kerugian materiil dan immateril yang diderita penggugat akibat PMH tergugat untuk dibayarkan,” kata Andi Dwi Oktavian.

Pihaknya juga meminta menghukum tergugat I dan II untuk membayar Uang Paksa (Dwangsom) kepada penggugat sebesar Rp. 500juta setiap harinya. Kemudian menghukum kepada turut tergugat untuk tunduk dan taat terhadap putusan dalam perkara tersebut.

Baca juga:  Sekolahnya Gamers dan Youtubers

“Kami juga meminta majelis menghukum tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara tersebut,” ujarnya. (jks/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya