alexametrics

Vonis Pengendali Lebih Ringan dari Pengedar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pengendali ganja di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Kedungpane, Semarang, yang juga residivis dalam kasus narkotika, Bambang Setioko Priambodo, divonis lebih ringan daripada pengedar Bondan Saputra, warga Jalan Puspanjolo Tengah Cabean, Semarang Barat. Keduanya diproses pidana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, karena diduga terlibat dalam dalam peredaran ganja seberat lima kilo gram (Kg).

Majelis hakim yang dipimpin Abdul Wahib, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 12 tahun dan denda Rp 1,5 miliar subsidair 3 bulan kurungan. Sedangkan, untuk terdakwa Bondan Saputra, sidangnya dipimpin majelis hakim Dr Eddy Siregar. Dalam putusannya, majelis memberikan vonis lebih berat dari tuntutan jaksa. Yakni pidana penjara selama 15 tahun penjara. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jawa Tengah hanya selama 12 tahun penjara.

Baca juga:  Cerita Warga yang Panik saat Kebakaran di RSUP Kariadi

“Perkara kedua klien kami sudah menerima semua, jaksa juga menerima. Dalam kasus Bondan, majelis menggunakan asas ultra petita, jadi vonisnya lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Tapi atas vonis tersebut klien setelah kami tawari usai vonis tetap menerima,” kata kuasa hukum tiga terdakwa, Arifin Suyanto, Yudi Tri Permono, Rezki Tamelah dan Dion Sukma Mahendra, usai sidang.

Namun demikian, diakuinya, vonis tersebut memang terlalu berat, apalagi Bondan yang melebihi tuntutan jaksa. “Kalau kasus Yosep tunda 20 Agustus depan,” ujarnya.

Dalam kasus tersebut, Bambang dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5miliar subsidair 4 bulan penjara. Sedangkan dua komplotan terdakwa, Yosep Frangki Christian Runtu, yang juga mantan narapidana Lapas Kedungpane dan temannya Ilham Maulana Arridho, perkaranya akan memasuki sidang putusan. (jks/zal)

Baca juga:  Di Terboyo Kulon, Sejahterakan Warga dengan Kampung Pancasila

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya