alexametrics

Dibebaskan PN, Divonis MA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sempat dibebaskan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, dua pelaku kasus pemalsuan atau memberikan keterangan menyesatkan dalam perjanjian jaminan fidusia yang dilakukan di PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang, akhirnya divonis 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA).

Keduanya adalah bos CV Zentrum (sekarang sudah pailit) Tjan Wen Hung dan bos CV Lancar Motor (showroom mobil) Setiyono Raharjo. Sedangkan satu orang yang pernah menjadi terdakwa, terakhir menjabat Kepala Kantor Perwakilan PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang EC. Erny Novita, bernasib baik, karena kasasi yang diajukan Penuntut Umum Kejari Semarang ditolak MA, sehingga tetap bebas sebagaimana putusan PN Semarang.

Baca juga:  Aspal Jalan, Satpol PP Tertibkan PKL Pasar Johar

Atas putusan dua tahun penjara tersebut, salah satu kuasa hukum keduanya, Andreas Hijrah Aerudin, langsung mengajukan PK (peninjauan kembali). Sidang permohonan PK kasus itu, diakuinya sudah selesai dilaksanakan. Saat ini pihaknya tinggal menunggu berita acara.

“Nanti pemohon dan termohon tinggal tandatangan, sidang PK sudah selesai, sidangnya cuma sebentar seingat saya dua kali,” kata Andreas, saat dikonfirmasi RADARSEMARANG.ID, Kamis (15/8).

PK itu, diajukan karena melihat ada kekhilafan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan. Majelis hakim agung yang memutuskan kasasi kasus tersebut, dipimpin Prof Dr Surya Jaya, didampingi dua hakim MA, yakni Dr Margono dan Maruap Dohmatiga Pasaribu. Dalam amar putusannya yang tercatat dalam putusan nomor:451 K/Pid.Sus/2018, menyatakan, mengadili menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi (Jaksa) terdakwa III EC Erny Novita.

Baca juga:  PDAM Semarang Terima Seribu Aduan per Bulan

Kemudian mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi terhadap terdakwa I  Setiyono Raharjo dan terdakwa II  Tjan Wen Hung Bin Tjan Liong Gie. Membatalkan putusan PN Semarang, nomor: 336/Pid.B/2017/PN.Smg, pada 11 Oktober 2017, khusus terhadap Setiyono Raharjo dan Tjan Wen Hung.

Majelis juga menyatakan terdakwa Setiyono Raharjo dan Tjan Wen Hung telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pemalsuan atau memberikan keterangan menyesatkan yang jika diketahui salah satu pihak tidak melahirkan perjanjian jaminan Fiducia. Kemudian menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing selama 2 tahun dan denda sebesar Rp50juta subsidair 3 bulan kurungan.

Perlu diketahui ditingkat pertama PN Semarang, majelis hakim yang dipimpin Sigit Heriyanto dalam putusannya membebaskan ketiganya dari dakwaan jaksa. Sedangkan dalam tuntutan jaksa, ketiga terdakwa dituntut berbeda-beda, tuntutan tertinggi dijatuhkan ke Tjan Wen Hung dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Kemudian Setiyono Raharjo dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan. Terakhir EC. Erny Novita dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan. (jks/zal)

Baca juga:  Disapu Angin Kencang, 15 Rumah di Bugangan Semarang Porak-Poranda

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya