alexametrics

Buru Pemasok Sabu Jaringan Jepara-Pontianak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Barang bukti sabu seberat 199,5 gram hasil pengungkapan kasus peredaran narkotika jaringan Jepara-Pontianak di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Kamis (15/8) kemarin. Hasil pengungkapan ini sudah lima orang ditangkap BNNP Jateng. Saat ini, petugas BNNP Jateng masih memburu pemasok atau bandar besar jaringan ini.

Lima tersangka yang telah diamankan tersebut melibatkan tiga narapidana. mereka adalah Feri Ariyanto alias Paidi, 38, narapidana yang mendekam di Lapas Kelas 1 Kedungpane Semarang; Minggus Indriansyah alias Anong, 38, dan Yusuf alias Suf, 33, keduanya narapidana yang mendekam di Lapas Pontianak. Dua lainnya adalah Sutan Andi Widakso, 35, warga Jepara, dan  Zupiandi, 26, warga Kampung Beting, Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca juga:  Selamatkan Warga PLN Padamkan Listrik Daerah Banjir

“Sutan merupakan kurir yang diperintahkan oleh Paidi untuk mengambil paket sabu 200 gram ke Pontianak, Kalimantan Barat,” ungkap Plt Kabid Brantas BNNP Jawa Tengah Susanto, usai pemusnahan di kantor BNNP, Jateng, Kamis (15/8) kemarin.

Setelah pengambilan di Kalimantan, Sutan kembali ke Jawa melalui jalur laut dan turun ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (19/7) lalu. Namun, petugas yang telah mendapat informasi langsung menjemput tersangka Sutan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan mendapati barang bukti sabu seberat 200 gram. Dari hasil pengembangan, akhirnya petugas berhasil mengamankan tiga orang di Pontianak, Kalimantan Barat pada 23-24 Juli 2019 lalu.

“Alur jaringan ini adalah Paidi memesan sabu ke Minggus di Pontianak, lalu menyuruh Sutan mengambilnya. Minggus ini perantara, pesanan dari Semarang diserahkan ke Yusuf, lalu Yusuf memerintahkan Zupiandi untuk memberikan barang ke Sutan,” bebernya.

Baca juga:  Pantai Marina Semarang Diserbu Pelancong

Meski telah menangkap lima tersangka, petugas BNNP Jawa Tengah masih terus memburu jaringan, termasuk pemasok atau bandar besar sabu ini. Susanto menyebutkan saat ini sudah diterbitkan DPO (daftar pencarian orang) untuk orang yang dimaksud tersebut. Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan identitas DPO yang dimaksud.

“Masih kami kembangkan lagi. Kami buru tersangka lain yang kelasnya lebih tinggi. Sudah masuk dalam DPO kami,” tegasnya.

Tersangka Minggus Indriansyah alias Anong merupakan terpidana kasus narkoba hukuman mati dan kemudian mendapat kasasi, berkurang menjadi 17 tahun penjara. Bukannya jera, Dominggus mengulangi perbuatannya dan tertangkap kembali hingga divonis seumur hidup. Sedangkan tersangka Yusuf alias Suf, narapidana yang sebelumnya divonis seberat 5 tahun 2 bulan baru menjalani 2 tahun pada kasus sama.

Baca juga:  Pemkot Semarang Siapkan 10 Ribu Rapid Test Korona

Susanto mengatakan, pemusnahan barang bukti sabu tersebut berdasarkan mandat Pasal 91 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika dan penetapan status barang bukti yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Semarang. Terlihat barang bukti sabu tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator. Sebelum dimusnahkan, juga diteliti keasliannya oleh petugas Laboratorium Forensik Polda Jateng di BNNP Jateng, Kamis (15/8) kemarin. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya