alexametrics

Siapkan Rp 1 Triliun untuk Sekolah Gratis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memberikan perhatiannya pada dunia pendidikan. Saat ini, Pemprov sedang menyiapkan sebanyak Rp 1 triliun lebih untuk menggratiskan sekolah siswa miskin.

”Kita lagi bahas anggaran dan kita siapkan. Mudah-mudahan lancar semuanya. Kalau iya, kita akan menjamin mereka yang miskin, kita pastikan sekolahnya gratis,” jelas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai menghadiri dialog bersama Ombudsman di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Rabu (14/8).

Dibandingkan dengan daerah lain, Jawa Timur dan Jawa Barat, anggaran ini memang tidak lebih banyak. Namun demikian, Gubernur mengatakan, jumlah ini tidak terlalu buruk, mengingat semua guru di Jawa Tengah sudah digaji sesuai UMK. ”Kalau dibandingkan dengan Jatim dan Jabar, gurunya sudah UMK belum?. Jateng sudah UMK semua,” bebernya.

Baca juga:  Kuatkan Langkah Transformasi, Giant Berikan kemudahan Layanan

Gubernur memastikan, anggaran ini benar-benar diprioritaskan untuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mengenai jumlah, ia katakan, ada cukup banyak siswa miskin di Jawa Tengah. ”Saya tidak ada datanya. Yang pasti banyak. Silakan cek di Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Muh Zen menilai kebijakan ini sangat baik. Namun demikian, perlu diperhatikan juga bahwa peruntukannya tidak hanya pada sekolah negeri saja. Melainkan juga sekolah swasta. ”Termasuk di dalamnya SMA, SMK dan MA. Agar mereka dibebaskan dari semua pembiayaan sekolah. Biaya operasional maupun investasi,” ujarnya kepada koran ini.

Terkait dengan jumlah Rp 1 triliun itu memang harus dirinci. Alokasi penggunaannya harus jelas. Termasuk apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional siswa miskin di Jawa Tengah. ”Kalau cukup, saya kira nggak masalah. Kalau nggak, ya perlu ditambah. Kan tujuannya membantu siswa kurang mampu agar dibebaskan dari semua pembiayaan sekolah. Agar mereka bisa sekolah dan menjawab angka putus sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Belajar dan Menyikapi Novel Coronavirus

DPRD, ia tegaskan, sangat mendukung penambahan jumlah anggaran ini jika memang setelah dihitung belum mencukupi. Menurutnya, wajib belajar 12 tahun harus didukung. Dengan demikian, tidak ada lagi anak Jawa Tengah yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan.

”Pendidikan merupakan urusan wajib dan pelayanan dasar. Mengenai anggaran, mampu atau tidak mampu, Pemerintah Jawa Tengah harus mampu. Ini soal political will. Dan di RPJMD kita anak yang kurang mampu harus dibiayai negara. Saya khawatir kalau mereka nggak mampu membayar di swasta, akhirnya mereka tidak mau sekolah,” imbuhnya. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya