alexametrics

Bangun Kembali Gedung Kong Tik Soen Telan Rp 50 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Gedung Kong Tik Soe di Gang Lombok, Purwodinatan, Semarang Tengah yang terbakar akan dibangun ulang. Biayanya tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 50 miliar. Sebab, kayu yang digunakan dalam pembuatan gedung harus dipesankan dari Tiongkok. Tak hanya itu, para pemahatnya pun didatangkan  dari Jepara dan Tiongkok.

Ketua Yayasan Tji Lam Tjay Wong Aman Gautama mengatakan, untuk mencari kayu yang sesuai dengan ukuran sebelum terbakar merasa kesulitan, bahkan sudah menanyakan hal itu di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah tidak ditemukan. Bahkan informasi yang diterima kayu itu diperoleh di Tiongkok. Tentunya untuk membawa ke Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kami berusaha mencari informasi tentang kayu yang sesuai dengan aslinya ternyata ditemukan di Tiongkok, yakni kayu Hong Muk yang akan dipasang di ruang utama yang merupakan sejenis kayu jati dengan kualitas bagus,” katanya kepad RADARSEMARANG.ID.

Baca juga:  Pintu Sopir Bus di Kanan, Ditilang

Setelah ditelusuri, ternyata kayu tersebut berasal dari Sumatera atau Sulawesi yang diekspor ke Tiongkok, sehingga sebelum diekspor kita akan berusaha menghubunginya. “Kalau membeli kayu itu masih di Indonesia tentunya harganya berbeda kalau sudah dikirim ke Tiongkok. Yang pasti harganya lebih murah dan tinggal pemahatnya dari Tiongkok dan Jepara, itu orangnya mau apa tidak,” tambahnya.

Selain itu, untuk lantainya sudah bisa dibuatkan di Jogjakarta, bahkan bisa dibuat sesuai dengan aslinya. Sedangkan untuk patung singa itu harus dibeli dari Tiongkok. Karena di Indonesia belum ada. “Kalau bisa beli di Indonesia, tetapi karena dicari belum ketemu, akhirnya belinya di Tiongkok,” imbuhnya.

Dikatakan, dalam pembangunan kembali Gedung Kong Tik Soe, panitia telah membentuk tim. Di antaranya, tim A menyangkut Recording and Documenting. Tim ini terdiri atas lima orang, di antaranya Widya Wijayanti (ketua), Setio Nugroho, Mick Lo, Sriwati Purnomo, dan Eko Wardoyo. Tim ini bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan bangunan cagar budaya yang selama ini menjadi tempat untuk memperingati dan menghormati budi baik leluhur yang telah berjasa bagi masyarakat.

Baca juga:  Buka Peluang Baru, JNE dan YUKBI Gelar Workshop Revolusi Saluran Distribusi di 10 Kota

Aman menambahkan, setelah police line dibuka pasca kebakaran, tim mulai mengumpulkan ahli cagar budaya dari Semarang. Selanjutnya dibentuk tim A, B, C, D dan E. Tim A  untuk mengumpulkan data dan melakukan observasi. Selanjutnya nanti untuk pelaksanaan pembangunan dilakukan tim B dan tim C untuk spritual. Sedangkan untuk tim D bertugas menggambar Gedung Koen Tik Soe, dan tim E bertugas untuk mencari dana pembangunan.

“Saat ini, yang sudah berjalan tim A, B, dan C. Sedangkan tim D masih bekerja yakni menggambar gedung sesuai dengan aslinya, baru kemudian tim E yang bekerja untuk mencari dana setelah gambar selesai,” katanya.

Humas Gedung Koen Tek Soe Eko Wardoyo mengatakan, setelah dilakukan pembersihan kayu bekas terbakar yang berada di ruang utama untuk ditempatkan di Kedungmundu. Rencananya, kayu tersebut akan digunakan untuk perlengkapan furniture. Sebab, furniture yang lama sudah terbakar semua. “Rencananya akan dibuat kursi atau meja,”ujarnya.(hid/aro)

Baca juga:  Pameran HomeTech, Targetkan Tumbuh 12 Persen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya