alexametrics

Tali Asih GBL Rp 6 Juta, SK Rp 4,5 Juta

Jumlah WPS Versi Dinsos Disoal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pengelola Resosialisasi Argorejo Suwandi menuturkan selama ini data dari Dinsos Kota Semarang hanya berdasar kepada jumlah peserta pelatihan yang diselenggarakan dinas tersebut. Di sisi lain di luar dari peserta tersebut masih ada sejumlah WPS yang belum tervalidasi. Pihak Dinsos Kota Semarang masih kekeuh dengan data WPS sebanyak 355 orang, yang nantinya akan menerima manfaat. Sedangkan dari pihak pengelola Sunan Kuning menilai pihak Dinsos kurang profesional dalam melakukan validasi data.

Pihak pengelola Resos Argorejo juga telah memastikan jika saat ini jumlah WPS sebanyak 475 orang. “Saya itu berdasarkan KTA (Kartu Tanda Anggota) (WPS) dan verifikasi. Dinas Sosial itu datanya kan dari saya semua. Tetapi kenapa datanya masih ada selisih?” ujar Suwandi saat ditemui di sela-sela pembukaan rekening oleh penerima manfaat di Lokalisasi Sunan Kuning, Senin (12/8).

Menurutnya, Dinsos Kota Semarang seakan tidak percaya terhadap data yang diberikan oleh pengelola Resos Argorejo. Dimana terjadi selisih jumlah data penerima manfaat yang dirilis dari Dinsos Kota Semarang dengan pengelola Resos Argorejo.

Baca juga:  Gagalkan Aksi Curang Calon Mahasiswa Kedokteran Panitia PMB Unissula Tingkatkan Layanan

“Yang kami tanyakan yang lain yang enggan ikut pelatihan (dari Dinsos) kenapa tidak didata, hanya yang ikut pelatihan saja. Harusnya mereka (Dinsos) juga adil. Saya menekan semuanya harus dilatih,” ujarnya.

Suwandi juga menegaskan jika tidak ada anak asuhnya yang menolak dalam pemberian manfaat. Seperti yang pernah diklaim dari Dinsos Kota Semarang. Di mana ada beberapa WPS yang menolak menerima uang tali asih tersebut.

Besaran tali asih juga berbeda. Informasi di lapangan, tali asih di Lokalisasi Gambilangu (GBL) mencapai Rp 6 juta per orang. Sedangkan di Sunan Kuning Rp 4,5 juta per orang. Dikhawatirkan dengan besaran yang berbeda tersebut akan menimbulkan kecemburuan sosial yang dapat menghambat proses penutupan kedua lokalisasi tersebut.

“Tidak ada penolakan untuk menerima tali asih. Justru semua saya perjuangkan. Itu semua ada orangnya. Kira-kira 475 orang. Nanti mereka membawa surat, KTA, KTP, surat dari RT yang menunjukkan mereka ke bank untuk membuat rekening,” katanya.

Baca juga:  Kemensos Ingkar Janji Soal Dana Tali Asih WPS

Kamis (15/8) besok, pihak pengelola resos akan mengumpulkan semua anak asuhnya sebanyak 475 orang. Hal itu sebagai bukti validasi data yang diserahkan oleh pihak resos kepada Dinsos Kota Semarang “Hari Kamis besok akan kami kumpulkan semua. Jadi bukan hanya data dari saya saja, namun harus sinkron dengan data Dinsos,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak Dinsos Kota Semarang tetap bersikukuh jika data yang mereka rilis tersebut sudah valid. Bahkan Dinsos Kota Semarang mengklaim jika jumlah 475 dari pengelola resos hanya mengada-ngada.

Kepala Seksi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinsos Semarang, Anggie Ardhitia, mengatakan, jika selama ini dari pihak pengelola resos hanya menyerahkan KTA saja. “Data kemarin dari pengelola resos ada 475 itu, berdasarkan KTA. Sedangkan KTA ini orang-orangnya belum tentu ada semua. Kami mendata itu prinsipnya orangnya harus ada di depan kami,” kata Anggie.

Baca juga:  Whistleblowing Cegah Korupsi

Saat ini, lanjutnya, proses pembukaan rekening dari WPS atau penerima manfaat tersebut masih terus berjalan. Menurutnya, dengan pembukaan rekening tersebut setidaknya akan semakin memperjelas data yang dikeluarkan oleh pengelola resos benar atau tidak.

“Data selalu berubah, data 355 yang ada di kami pun nantinya juga akan berubah. Karena mereka dari masing-masing penerima manfaat ada yang tidak mau menerima tali asih. Dengan berbagai macam alasan,” katanya. (ewb/aro)

Jumlah WPS di Sunan Kuning

  • Versi Dinas Sosial : 355 orang
  • Versi Pengelola Resosialisasi: 475 orang

Besaran Tali Asih

  • WPS Sunan Kuning: Rp 4,5 juta per orang
  • WPS Gambilangu : Rp 6 juta per orang

Diolah dari Berita

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya