alexametrics

Pojok E-Court Mudahkan Pencari Keadilan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Mempermudah layanan masyarakat sebagai pencari keadilan, sekaligus mengindari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme, Pengadilan Negeri/Niaga/PHI/Tipikor Semarang, membuat gebrakan baru dengan menerapkan aplikasi Eraterang, dengan demikian masyarakat bisa dengan mudah membuat permohonan surat keterangan dari pengadilan.

Kepala Pengadilan Negeri/Niaga/PHI/Tipikor Semarang Sutaji menjelaskan, Eraterang merupakan surat keterangan elektronik yang menjadi produk terbaru dari Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung. Melalui aplikasi tersebut pemohon dapat mengakses di mana saja selama ada akses internet.

Surat yang bisa dilayani melalui aplikasi Eraterang diantaranya surat keterangan tidak sedang dinyatakan pailit, tidak pernah sebagai terpidana, tidak sedang dicabut hak pilihnya, surat keterangan dipidana karena kealpaan ringan, atau alasan politik maupun surat keterangan tidak memiliki tanggungan utang secara perorangan maupun secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara.

Baca juga:  Kakek 76 Tahun Cabuli Anak di Bawah Umur, Dituntut 8 Tahun Penjara

“Jadi nanti begitu mengisi data di klik bisa langsung keluar hasil suratnya, namun sepanjang pemohon tidak memiliki catatan melakukan tindak pidana. Nanti juga ada tandatangan basahnya dari ketua pegadilan,” kata Sutaji, saat ditemui RADARSEMARANG.ID kemarin.

Persyaratan yang perlu disiapkan pemohon, jelas Sutaji, cukup mempersiapkan identitas diri seperti KTP/SIM, SKCK terbaru, pas photo/ scan foto/foto yang diambil melalui smartphone pemohon. Nantinya pemohon tinggal membuka situs Eraterang dan mengunggah semua persyaratan tersebut melalui aplikasi yang tersedia.

“Eraterang sudah ada seluruh Indonesia sejak 1 Agustus 2019. Selain itu, kami juga menyediakan aplikasi E-court, jadi yang daftar perkara juga bisa melalui komputer yang kami sediakan dan kebetulan yang sudah memiliki layananan aplikasikan pojok e-court baru PN Semarang di Jateng,” jelasnya.

Baca juga:  Gaet Milenial, Bidik Empat Kepala Daerah

Pihaknya juga menyampaikan, fungsi semua aplikasi tersebut mempermudah masyarakat selaku pencari keadilan, serta mengurangi kontak fisik antara petugas pengadilan dengan masyarakat yang datang ke pengadilan. Terkait aplikasi E-court juga disebutkannya, nanti pemohon bisa melihatkan hasil taksiran biaya perkara.

“Karena semua sudah dihitung dengan sistem, termasuk melalui E-court penggugatnya nggak perlu dipanggil pakai juru sita, melainkan langsung dipanggil melalui alamat email, jadi tidak keluar biaya, sehingga jatuhnya biaya lebih murah,”ungkapnya.

Sekretaris PN Semarang, Dedy Sulaksono, menambahkan biasakan panggilan selalu menggunakan surat menyurat. Sedangkan melalui aplikasi tersebut saat ini semuanya sudah bisa via email. Dipastikannya, semua itu, juga bagian dari panggilan yang sah. Pihaknya juga sudah sarankan semua pengacara menggunakan aplikasi ecourt, dengan demikian pihaknya menyediakan fasilitas aplikasi tersebut.

Baca juga:  Hendi Persiapkan Diri Jelang Penajaman Visi Misi Pilwalkot Semarang 2020

“Kami juga akan bekerja sama dengan bank, karena kita masih kesulitan tempat, tapi dengan sistem E-court ini, nanti bisa keluar bisa dibayar menggunakan bank apa, jadi rekening tujuan bisa diketahui, karena terintegrasi dengan e-filing bertujuan itu untuk memasukkan persyaratan dokumen yang akan dicatat, e-sument untuk panggilan, e-sukum untuk panjar perkara,” imbuhnya. (jks/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya