alexametrics

Bentuk Desa Antipolitik Uang dan Pengawasan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –  Seperti sudah membudaya, politik uang terus mewarnai proses demokrasi, pemilihan umum. Problem klasik ini diprediksi masih akan terjadi pada gelaran pilkada 2020 di Jawa Tengah nanti.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah Fajar Subhi mengatakan, politik uang masih ditemukan pada pemilu serentak 2019 lalu di Jawa Tengah. Dalam hal ini, Bawaslu telah membawa beberapa hingga proses pidana.

”Ada 10 kasus yang dibawa. Itu yang sampai pengadilan. Yang kami  bawa lebih banyak dari itu. Potensi itu masih ada di pilkada dan menjadi perhatian kita,” jelas Fajar kepada koran ini.

Tidak hanya penindakan, budaya politik uang terus ditekan dengan upaya pencegahan. Ada banyak upaya. Seperti ia contohkan, di Jawa Tengah menggagas keberadaan Desa Antipolitik Uang dan juga Desa Pengawasan. Hingga saat ini sudah ada di sekitar 21 kabupaten/kota dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca juga:  Prof Suteki Keberatan Dibilang Amnesia Akut

Targetnya, saat pilkada 2020 semua kabupaten/kota sudah terbentuk semua. Tugasnya, mensosialisasikan segala hal terkait larangan politik uang. Termasuk menyampaikan pidananya. ”Kalau misal ada yang nekat akan tau akibatnya,” kata Fajar.

Sejauh ini, keberadaan Desa Antipolitik Uang dan Desa Pengawasan ini dinilainya cukup efektif. Semakin banyak masyarakat dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam proses pengawasan. ”Bawaslu sering mendapat laporan pencegahan politik uang oleh warga yang pernah berhubungan dengan kegiatan-kegiatan Bawaslu,” katanya.

Ditambahkan Fajar, selain politik uang, menuju pilkada nanti, Bawaslu juga memberikan perhatiannya pada pemahaman regulasi dan aturan main kepada para peserta pemilu. Pasalnya pelanggaran pada pemilu serentak 2019 kemarin, berdasarkan pengawasan Bawaslu, kebanyakan disebabkan kurang kurang pahamnya peserta pemilu terhadap aturan main.

Baca juga:  Oleng Tabrak Pembatas Jalan, Tiga Mobil Tabrakan

”Kemudian proses penghitungan rekapitulasi. Yang kemarin cukup baik. Untuk pilkada nanti, kami akan memastikan proses ini berjalan lebih baik lagi terutama dalam pengawasannya,” tandasnya. (sga/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya