alexametrics

Setahun Lahirkan Tiga Profesor  

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng Prof. DYP Sugiharto mengatakan seorang dosen dapat menembus jabatan fungsional akademik Profesor merupakan hal yang sangat prestisius dan membanggakan.

Bahkan untuk prosesnya saat ini sudah sampai di Kemenristekdikti, seandainya di 2019 dua SK Profesor berikutnya turun, maka Untag merupakan Perguruan Tinggi swasta paling bergengsi di Jateng karena dalam setahun mampu melahirkan tiga profesor.

“Setelah Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH.M.Hum meraih gelar Profesor, dalam waktu tidak terlalu lama akan segera menyusul turunnya SK Profesor untuk Dr. Suparno dan Ibu Retno,” katanya

Rektor Untag Dr. Suparno menambahkan, sebenarnya tahun ini terdapat dua dosen Untag lainnya yang berpotensi menyusul meraih gelar profesor. Hanya saja dua dosen lain saat ini prosesnya belum sampai di Kemenristekdikti.

Baca juga:  Trans Semarang Uji Coba Bus Ramah Difabel dan Lansia

“Memang ada tiga dosen yang prosesnya sudah di Kemenristekdikti, yakni  Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH.M.Hum yang sudah turun SK nya, Rektor Untag dan Ibu Retno. Sedangkan dua dosen lainnya saat ini prosesnya baru nyampai di LLDIKTI Wilayah VI Jateng,” katanya.

Dr. Suparno menyampaikan harapan agar keberhasilan Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH, M.Hum meraih Profesor dapat menjadi pemicu atau memotivasi  dosen lain dijajarannya, serta terus berkarya dan semakin berkualitas. Keberhasilan Prof Edy Lisdiyono meraih Profesor, berada pada urutan 70 di LLDIKTI Wilayah VI Jateng.

Dalam kesempatan tersebut Prof Edy memiliki pengalaman luar biasa yakni menjadi saksi ahli dibeberapa kota yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Edi mengaku pernah menjadi saksi ahli di Pengadilan Negeri Solo, saksi ahli di Pengadilan Negeri Bandung, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Pati.

Baca juga:  Untag Semarang Tambah Dua Guru Besar

Selain itu juga pernah menjadi Tim Ahli yang membidangi Ahli bidang hukum di Komisi Penyiaran Indonosia Pusat (KPI ) di Jakarta sejak tahun 2008 sampai sekarang dan sebagai Tim pembuatan Ranperda Kota Semarang dan Kabupaten Pati. (hid/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya