alexametrics

Akhir 2020, Jatidiri Siap Pakai

Pembangunan Stadion Capai 80 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Progres renovasi Stadion Jatidiri Semarang sudah mencapai 80 persen, setelah bertambah 11,9 persen dari pengerjaan pada 2019 ini. Stadion yang digadang akan menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah ini ditargetkan dapat digunakan akhir 2020 mendatang.

Tahun ini, renovasi dilakukan pada pengerjaan arsitektur yang dimulai Juni lalu, lintasan atletik 8 track yang dimulai Juli lalu, pengerjaan spaceframe dimulai Agustus dan terakhir landscape (luar area) dimulai Juli. Semuanya ditarget rampung Desember nanti.

”Nilai kontraknya, untuk tahun 2019 sebesar Rp 139,1 miliar,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinoeng N. Racmadi, Jumat (9/8) seraya menambahkan bahwa pendanaan proyek renovasi ini murni dari APBD Jawa Tengah.

Baca juga:  Umat Hindu Doakan Terbebas dari Covid-19

Rampung 2019, pengerjaan akan dilanjutkan pada tahap penuntasan pada 2020. Sekaligus akan diurus sertifikasi stadion. Dengan demikian, ketika pengerjaan selesai stadion langsung dapat digunakan. ”Jadi, ketika sudah selesai 100 persen, langsung bisa dipakai. Bukan selesai, baru ngurus sertifikasi,” ujarnya.

Jatidiri akan menjadi stadion berstandar internasional, dengan luas lapangan 105 meter x 68 meter. Termasuk rumput yang dipilih pun standar internasional. Jenis zoysia japonica.  Selain itu, lapangan atletik juga tersertifikasi IAAF. ”Ini nanti juga akan ada pencahayaan standar internasional. Jadi, nanti tidak ada bayangan. Didukung daya listrik 1800-an KVA dan di-back-up mesin genset,” kata dia.

”Kalau rumput, ini bagian pengerjaan tahun lalu. Setelah selesai konstruksi akan ada perawatan tahap kedua,” imbuhnya.

Baca juga:  Ajak jaga Kebersihan, Pemerintah Kelurahan Panggung Lor Gelar Lomba Mural di Sekitar TPS

Stadion juga akan didukung perlengkapan dan peralatan olahraga di dalamnya. Ada lompat jauh, lempar martil, lempar cakram, tolak peluru, lompat galah dan lari halang rintang. ”Daya tampungnya 25 ribu-30 ribu penonton. Bagian barat untuk VVIP, timur untuk disabilitas dan umum, utara dan selatan untuk umum,” jelasnya.

Bagian luar stadion juga akan dilengkapi sejumlah toko untuk menjual merchandise dan sejumlah kantor. Keberadaan toko-toko ini akan menjadi salah satu potensi pendapatan pemerintah daerah. Termasuk pemasukan dari space iklan digital.

Berdiri di kawasan  seluas 19 hektare, kawasan Stadion Jatidiri sudah dipertimbangkan untuk resapannya. Mekanisme drainase sudah dihitung secara akademis, sehingga ketika hujan turun tidak akan ada genangan. ”Sudah dihitung semuanya itu. Sehingga, secara akademis dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Baca juga:  Plh Sekda Jateng Ditunjuk melalui Lelang

Termasuk, dengan penambahan kapasitas ini, antisipasi juga dilakukan untuk persoalan parkir. Rencananya, parkir akan dikembangkan dengan konsep digital. Sehingga tidak memungkinkan munculnya parkir liar.

Secara keseluruhan, renovasi dan pembangunan kawasan Jatidiri dilakukan dengan  total anggaran Rp 1,1 triliun. Khusus stadion, memang sempat terjadi gagal lelang pada 2017 hingga mengakibatkan pengerjaan berhenti. ”Hanya dilakukan pada bagian-bagian yang bisa lelang. Memang, itu bagian dari proses yang harus kita lewati,” jelasnya.

”Kawasan Jatidiri diharapkan bisa menjadi sport tourism di Jawa Tengah. Saat ini, progres stadion sudah mencapai 80 persen. Sementara untuk keseluruhan sudah mencapai 40 persen,” katanya. (sga/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya