alexametrics

Atap Lapuk, Ruang Kelas Dirobohkan

Artikel Lain

 RADARSEMARANG.ID, SEMARANG Siswa SD Negeri 1 Tandang, Kecamatan Tembalang Semarang akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan telah menganggarkan perbaikan sekolah mereka yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, beberapa waktu lalu atap gedung kelas 1, 2, dan 3 sudah lapuk termakan usia. Karena dianggap membahayakan, akhirnya gedung kelas tersebut dirobohkan setelah mendapatkan persetujuan dan anggaran dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.

“Atapnya memang rapuh termakan usia dan membahayakan, akhirnya dirobohkan. Namun sudah clear karena sudah ada anggaran pembangunan,” kata Kepala SD Negeri 1 Tandang, Antonius Mulyo Amanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain merobohkan atap, bangunan yang ada juga diratakan dengan tanah dan akan dibangun gedung baru dua lantai. SD Negeri 1 Tandang sendiri sebelumnya hanya memiliki 11 ruang kelas, padahal kebutuhan kelas seharusnya sebanyak 18 kelas. Akhirnya, untuk menyiasti kekurangan ruangan ini, kegiatan belajar mengajar dibuat sistem shift. “ Kelas 5 dan 4 masuk shift siang. Sambil menunggu pembangunana ruangan kelas baru jadi,” jelasnya sembari menambahkan kelas siang dimulai pukul 13.00 hingga 16.30.

Baca juga:  Luncurkan Sekolah Smart IT hingga Bikin Buku Antologi Puisi Siswa

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Semarang tahun ini menggelontorkan  anggaran sebesar Rp 24.808.890.000 untuk perbaikan dan pembangunan 30 SD Negeri di Kota Semarang, termasuk di SD Negeri 1 Tandang.

Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Yudia Setiandradi menjelaskan  perbaikan atau rehabilitasi dan pembangunan 30 SD negeri di Kota Semarang, menurutnya, dilakukan secara merata di 16 kecamatan. Namun sekolah yang paling banyak dilakukan perbaikan di Kecamatan Mijen, Tembalang, Semarang Selatan, Genuk, dan Gunungpati. Yaitu, masing-masing 3 sekolah.

“Kami berusaha untuk pembangunan dan rehabilitasi ini merata. Dan memang yang paling urgent untuk segera dibangun dan diperbaiki, itu yang dilaksanakan,” imbuhnya.

Perbaikan dan pembangunan sekolah pada tahun ini, lanjut Yudia, bentuknya bermacam-macam. Mulai dari pembangunan ruang kelas yang terdampak banjir dan rob, serta peninggian sekolah. Contohnya adalah di SD Negeri Randugarut dan sekolah lain dengan total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 1 miliar lebih.

Baca juga:  Sembilan Jalan Dibuka Setiap Senin dan Kamis

“Ada juga pembangunan ruang kelas tambahan. Hal ini dilakukan karena masih ada kelas yang masuk siang, seperti di SD Negeri Tandang 1 Semarang, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 950 juta,” jelasnya. (den/mg1/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya