alexametrics

Bernostalgia dengan Wayang Potehi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Pertunjukkan wayang potehi kembali menghibur pelancong dan warga pecinan Kota Semarang. Kali ini digelar dalam rangka memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho ke 614.

Humas Kelenteng tay Kak Sie, Sindoro mengatakan, pertunjukan wayang potehi selalu dilakukan setelah jut bio kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Cia Locu dan Hu Locu. “Dengan pertunjukan ini tentunya dapat mengobati rasa kangennya terhadap wayang potehi,” katanya.

Ditambahkan oleh Sindoro, kehadiran wayang potehi ini sebagai upaya pelestarian budaya tradisional Tionghoa yang telah lama masuk dan berkembang di nusantara. Dan untuk Dalangnya bernama Subur dari Jawa Timur.“Masih banyak masyarakat, khususnya kaum muda, yang belum pernah melihat langsung pagelaran wayang potehi,” tambahnya.

Baca juga:  Global Elekronik Gelar Sharp Tomodachi Expo 2019

Sementara dalang wayang potehi, Subur mengatakan wayang yang dimainkan menceritakan kisah Yo Bun Kong Lam Ban dari Dinasti Song, merupakan seorang pendekar yang awalnya teraniaya, namun berkat kegigihannya menjadi orang hebat dan memiliki kedudukan sebagai seorang panglima.

“Dalam cerita wayang potehi ini tak boleh sembarangan. Biasanya wayang potehi menampilkan pementasan cerita tentang Dinasti Song, Dinasti Ming serta Dinasti Tong,” katanya.

Salah seorang penonton, Fang Hua, 34, mengaku senang dengan penampilan wayang potehi karena mengingatkan kembali pada masa kecil selalu diajak oleh ayahnya untuk menonton wayang Potehi. “Cerita yang ditampilkan dalam wayang potehi ini merupakan cerita yang bisa menjadi hiburan dan tuntunan,” katanya. (hid/zal)

Baca juga:  Kawasan Sunan Kuning Dirazia

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya