alexametrics

Pengadilan Negeri Adukan Aksi MAKI ke Polrestabes Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG,ID-SEMARANG-Pengadilan Negeri (PN) Semarang mengambil langkah melaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) yang dikordinatori Boyamin Saiman ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Laporan itu diduga terkait buntut dari pemasangan kertas yang mirip stiker ditempel di gazebo yang ada di pengadilan tersebut bertuliskan “bangunan gazebo ini bukan milik negara”.

Adapun laporan itu, dilakukan karena penempelan kertas tersebut dianggap tanpa izin pengadilan. Sedangkan isi laporannya karena pada 5 Agustus 2019 sekitar pukul 14.30 WIB dengan bukti terlampir sebanyak 3 lembar dipasang oleh Boyamin Saiman selaku kordinator MAKI, tanpa seizin Ketua PN/Niaga/HI/Tipikor Semarang Kelas IA Khusus, dengan nomor surat: W12.u/1410/UM.07.1/08/2019, diterima 18.00 WIB, dengan penerimanya Siti Nurnaeni. Atas laporan itu, Selasa (6/8/2019) tim Polrestabes Semarang langsung turun melakukan gelar perkara di area gazebo dan seputar ruang PN Semarang.

Baca juga:  Alami Dugaan Provokasi Rasis hingga Pemukulan, Kader PP Lapor Polisi

Ketua PN Semarang Sutaji, mengatakan laporan sudah diajukan pihaknya sejak Senin kemarin pukul 18.00 WIB. Saat ini (Selasa) pegawainya dipimpin Sekretaris PN Semarang kembali berkordinasi di Polrestabes Semarang. Pihaknya sendiri sudah menyerahkan sepenuhnya terkait kasus itu ke Polres, sehingga tak ingin terlalu banyak berkomentar.

Pihaknya menegaskan MAKI belum meminta izin ke pihaknya sebagai pimpinan terkait pemasangan kertas tersebut, termasuk laporan tertulis juga belum ada diterima pengadilan. Ia juga kembali menegaskan secara pribadi tidak mengenal MAKI. Atas permasalahan tersebut, pihaknya, meminta publik untuk menghormati pengadilan sebaik mungkin, sehingga jangan dibiasakan main hakim sendiri. Terkait barang bukti yang dijadikan dasar laporan, kata Sutaji, diantaranya ada tempelan dan foto MAKI saat menempel.

Baca juga:  Temuan Kayu di Kali Mberok Diduga Peninggalan Belanda

“Surat ndak ada kami terima, izin menempel juga ndak ada, boleh dicek, kasus ini sudah kami serahkan ke polres, kalau mau dikembangkan biarkan kepolisian. Kami sebenarnya sudah cukup sabar,” kata Sutaji, saat ditemui RadarSemarang.ID, Selasa (6/8/2019).

Menanggapi laporan itu, Koordinator MAKI Boyamin Saiman, menghormati laporan yang dilayangkan PN Semarang yang telah menempuh upaya hukum dalam menyikapi aksi yang dilakukannya.

“Saya siap mengikuti proses hukum di kepolisian,” sebutnya.

Dalam persidangan perkara itu, peran mantan Ketua PN Semarang, Purwono Edi Santosa, yang kini bertugas menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Sumut, nama advokat Semarang, Ahmad Hadi, panitera muda hukum, Ali Nuryahya, mantan Panitera Muda Pidana, M. Chayat, semakin terkuak. Sedangkan saat kedua terdakwa diperiksa di persidangan, Lasito yang lebih memojokkan Purwono, sedangkan Marzuki lebih memojokkan Ahmad Hadi.

Baca juga:  Stok Gula Pasir Aman untuk Tiga Bulan

Selain itu juga dibeberkan permasalahan kasus itu bermula akibat perbuatan mantan Wakil Bupati Jepara, almarhum Subroto, yang juga adik dari Jaksa Agung, HM Prasetyo. Kemudian adanya peran MAKI yang disebut suruhan Subroto. Hal itu dibeberkan Ahmad Marzuki, dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Aloysisius Priharnoto Bayuaji, didampingi dua hakim anggota, Dr Robert Pasaribu dan Widji Pramajati. (jks/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya