alexametrics

Pelatihan Kurangi Korban

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemerintah provinsi terus memberikan pelatihan kebencanaan kepada siswa-siswi SMA/SMK di Jateng, terutama di wilayah rawan bencana. Pelatihan ditujukan agar mereka bisa meminimalisasi korban bencana, mengingat berbagai macam bencana ada di Jateng.

Kalahar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto mengatakan bahwa pelatihan ini dilakukan salah satunya melalui Program Gubernur Mengajar. Di sana, bersama BPBD, gubernur mengenalkan berbagai hal terkait kebencanaan dan hal-hal yang dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi.

”Dikenalkan apa itu megathrust. Setidaknya mereka tahu. Dan bagaimana kita menyelamatkan diri ketika ada bencana, bagaimana peduli sesama, kemudian pengetahuan ini bisa ditularkan kepada teman-temannya,” ujarnya, Senin (5/8).

”Termasuk kaitannya dengan bagaimana kita mencegah agar tidak terjadi bencana dengan tidak membuang dan membakar sampah sembarangan,” imbuhnya.

Baca juga:  Tak Berizin, Dua Bangunan Karaoke Dibongkar

Pengenalan mengenai kebencanaan ini sudah dilakukan berulang kali di sekolah-sekolah. Selain bersama gubernur, pelatihan juga dilakukan bersama kepala pelaksana di sejumlah kota/kabupaten.

Mengenai pengenalan kebencanaan ini, ia mewacanakan untuk dikenalkan sejak usia anak-anak. Sehingga kepedulian dapat ditanamkan sedini mungkin. ”Kepada anak-anak TK dengan cara yang menyenangkan cara penyampaiannya. Sehingga mereka akan tahu betul sampai dewasa. Seperti yang sudah dilakukan di Jepang. Tapi ini masih sebatas wacana,” jelasnya.

Selain melalui pengenalan di sekolah-sekolah, mitigasi bencana juga dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melalui program desa tangguh bencana. Pemahaman diberikan agar masyarakat sadar bencana. Tahu potensi bencana di wilayahnya dan bisa menyiapkan langkah antisipasi maupun bertindak cepat ketika datang bencana.

Baca juga:  Empat Perampok Toko Emas Dibekuk, Dua masih Buron

 

Gubernur Ganjar Pranowo belum lama ini mengatakan bahwa sosialisasi tentang kebencanaan ini penting. Selain di sekolah, sosialisasi juga dapat dilakukan di pasar dan tempat keramaian lainnya sehingga jangkauan pemahaman tentang bencana ini juga semakin luas.

”Setelah itu saya harapkan latihan. Minimal setahun dua kali. Sekaligus mencoba alat-alat yang ada. Agar masyarakat bisa terbiasa, sehingga bisa teringat apa yang harus dilakukan ketika bencana itu datang,” jelasnya.

Gubernur mengatakan, hidup di daerah rawan bencana yang harus dilakukan adalah hidup harmoni dengan alam. Maka masyarakat harus siap-siap berkompromi dengan kondisi ini. ”Mengurangi risiko bencana,” ujarnya sembari menambahkan bahwa tidak hanya sosialisasi, pemerintah juga berupaya melalui pemasangan alat pendeteksi bencana sehingga ada peringatan dini ketika akan terjadi bencana. (sga/ida)

Baca juga:  Dosen Unnes Latih Guru SMK Kimia Industri Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya