alexametrics

MAKI Soroti Gazebo PN Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) kembali membuat gebrakan. Yakni menempel kertas stiker bertuliskan “bangunan gazebo ini bukan milik negara” di gazebo Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (5/8).

Penempelan kalimat tersebut buntut dari proses sidang pemeriksaan saksi perkara dugaan pemberian suap terkait putusan gugatan praperadilan yang menjerat terdakwa Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuki dan hakim PN Semarang nonaktif Lasito, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan bahwa salah satu aset PN yang diduga terkait dengan kasus pidana suap yang menyangkut salah seorang hakim ialah gazebo yang digunakan sebagai tempat merokok pengunjung. “Dari fakta persidangan, suap tersebut terungkap jika gazebo ini. Pengadaannya diduga tidak menggunakan dana DIPA,” kata Boyamin kepada awak media.

Baca juga:  Banyak Siswa Ikut Demo, Sekolah-Sekolah Mulai Kencangkan Ikat Pinggang

Untuk itu, pihaknya meminta gazebo tersebut dibongkar. Menurutnya, PN sebagai lembaga peradilan harus taat aturan. Selain penempelan kertas, MAKI juga mengirimkan surat ke pengadilan. “Harus ada sensitivitas tinggi karena ini lembaga peradilan. Tindakan itu sebagai bentuk kepedulian agar tidak ada kepentingan tertentu di lembaga peradilan ini,” sebutnya.

Menanggapi aksi itu, Ketua PN Semarang Sutaji mengaku terkejut. Menurutnya, aksi MAKI tidak berizin. “Ini sebagai bentuk main hakim sendiri. Pengadilan belum memutus perkara ini,” jelasnya.

Dalam persidangan perkara itu, peran mantan Ketua PN Semarang, Purwono Edi Santosa yang kini bertugas menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Sumut, nama advokat Semarang, Ahmad Hadi, panitera muda hukum, Ali Nuryahya, mantan Panitera Muda Pidana, M Chayat, semakin terkuak.

Baca juga:  Begini Kronologi Penumpang Positif Covid-19 yang Lolos Terbang dari Semarang ke Pangkalan Bun

Bahkan kedua terdakwa diperiksa di persidangan, Lasito lebih memojokkan Purwono, sedangkan Marzuki lebih memojokkan Ahmad Hadi. Selain itu dibeberkan permasalahan kasus itu bermula akibat perbuatan mantan Wakil Bupati Jepara, almarhum Subroto yang juga adik dari Jaksa Agung HM Prasetyo. Bahkan, ada peran MAKI. Hal itu dibeberkan Ahmad Marzuki, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Aloysisius Priharnoto Bayuaji, didampingi dua hakim anggota Dr Robert Pasaribu dan Widji Pramajati. (jks/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya