alexametrics

Jadi Sapi Perah, Ratusan Driver Go Car Demo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ratusan driver taksi online Go Car menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (2/8). Mereka berasal dari Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Semarang. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari off bid atau tidak mengaktifkan layanan pesanan pada Rabu (31/7) dan Kamis (1/8) kemarin lantaran menolak pemberlakuan skema baru trip dan insentif para member. Ratusan mobil para driver ini tampak ditempeli dengan kertas dan spanduk berbagai tuntutan dan keluhan.

Selain di depan Kantor Gubernur, aksi demo kemudian dilanjutkan ke Kantor Gojek di Jalan Siliwangi Semarang.  Para driver melakukan orasi yang isinya penolakan tentang pemberlakuan kebijakan baru yang dibuat Gojek, karena dinilai sangat memberatkan.

“Ini adalah aksi lanjutan dari off bid kemarin selama dua hari sebagai protes kebijakan skema baru yang dirasa memberatkan teman-teman driver,” kata Astrid Jovanka, juru bicara ADO Kota Semarang, Jumat (2/8).

Ia menjelaskan, jika demo di depan Kantor Gubernur ini sengaja dilakukan agar Gubernur Ganjar Pranowo bisa memberikan solusi kepada para driver. Kebijakan baru yang diberlakukan oleh Gojek dinilai membuat para driver merasa seperti sapi perah. “Kami merasa seperti sapi perah,” tuturnya.

Baca juga:  Rumah Deret Kampung Nelayan Ditarget Selesai Desember

Astrid menerangkan jika pemberlakuan skema baru trip dan insentif mulai aktif pada Kamis (1/8) lalu, yakni skema harian 12 trip mendapat insentif Rp 85 ribu, 16 trip mendapat tambahan Rp 30 ribu, dan 19 trip mendapat tambahan Rp 60 ribu. Jika bisa memperoleh tiga tingkatan trip, maka insentif tersebut menjadi komulatif.

“Skema baru total 19 trip hanya mendapat insentif Rp 175 ribu, beda skema lama yang mendapat Rp 250 ribu untuk 19 trip dan 12 trip dapat Rp 125 ribu,” jelas Astrid.

Selain skema harian, diberlakukan juga skema baru mingguan, di mana disebutkan jika dalam satu minggu driver mampu mengalkulasi 80 trip mendapat insentif Rp 205 ribu, 100 trip dapat insentif Rp 205 ribu, dan 120 trip mendapat insentif Rp 425 ribu.

“Maksimal dibatasi 120 trip seminggu,  jika kita target tiga hari, maka trip kelebihan tidak dapat insentif. Kebijakan skema baru juga secara sepihak oleh perusahan. Mitra driver tidak bisa memilih sendiri skema yang diinginkan,” katanya.

Baca juga:  Bersama Merawat Kebhinekaan di Jateng

Koordinator aksi, Indrawan Wiratmo mengatakan, aksi ini tidak hanya diikuti oleh mitra Gojek saja, melainkan driver Grab Car juga ikut turun menunjukkan solidaritasnya sebagai sesama driver. Misalnya dari Salatiga, Ungaran, dan sekitarnya. “Intinya adalah para driver online saling dukung untuk akssi ini,” tegasnya.

Ia menjelaskan jika aksi tersebut memang sengaja dari kantor Gubernur Jawa Tengah karena merupakan pemangku wilayah tertinggi di daerah yang bisa menentukan tarif di daerahnya.”Kami harap Pak Gubernur bisa berpihak kepada rakyatnya,” pintanya.

VP Corporate Affair Gojek Indonesia, Michael Say, mengatakan, perubahan skema baru merupakan upaya untuk keberlangsungan pendapatan mitra secara jangka panjang. Menurutnya, penyesuaian insentif ini bersifat apresiasi dari Gojek Indonesia kepada mitra atas kinerja para driver.

“Tarif dasar menjadi pendapatan jangka panjang mitra. Selain itu juga sebagai upaya mendorong demand pelanggan oleh Gojek Indonesia dengan beragam aktivitas ke pelanggan, menjaga kualitas layanan dengan pembekalan dan pelatihan mitra driver serta membantu peningkatan kesejahteraan serta kebutuhan mitra melalui Gojek Swadaya,”  tuturnya.

Baca juga:  Kinerja BUMD Terus Dievaluasi

Pihaknya memahami, jika aksi demo para driver yang menggeruduk kantor Gojek Semarang menuntut skema insentif. Namun skema insentif tidak masuk bagian dari aturan Peraturan Menteri Nomor 118 yang diprotes.

Menurut dia, justru skema insentif baru membantu para mitra driver tidak harus bekerja di jam kerja yang panjang setiap harinya. Sehingga memberikan fleksibilitas bagi mitra driver dalam bekerja.“Langkah ini untuk mengakomodasi cara kerja mitra driver yang berbeda-beda,” tuturnya.

Menurutnya, perubahan mekanisme skema insentif tersebut juga telah mematuhi terhadap peraturan pemerintah dalam hal ini Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118. Sejalan dengan peraturan tersebut, pihaknya sudah melakukan penerapan tarif sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan akan terus memantu perkembangannya dengan Kementerian Perhubungan.

“Kami sampaikan bahwa insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar, karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek,” paparnya. (den/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya