alexametrics

Temukan Sejak Dini, Tekan Hepatitis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemerintah terus menekan angka hepatitis. Kasus hepatitis masih ada di Jawa Tengah, sekalipun tidak sampai pada kejadian luar biasa seperti yang terjadi di Jawa Timur belum lama ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menyampaikan bahwa penularan hepatitis A, banyak terjadi melalui makanan dan minuman atau melalui oral. Sementara untuk hepatitis B dan C, melalui cairan tubuh. Bisa lewat darah dan cairan tubuh lainnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah memberikan imunisasi pada bayi baru lahir, terutama untuk mencegah hepatitis B. Termasuk memberikan vaksin kepada kelompok rentan, dalam hal ini ibu hamil.

Upaya pencegahan, ia jelaskan, juga dilakukan dengan menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan mencuci tangan menggunakan sabun, konsumsi air bersih. Termasuk meningkatkan ketahanan tubuh dengan aktivitas fisik yang teratur dan terukur. ”Konsumsi buah dan sayur dan vitamin untuk ditingkatkan,” jelasnya kepada koran ini.

Baca juga:  Sebelum Terguling, Sopir Tronton Sempat Meminta Kernet Segera Turun Mengganjal Ban

”Kemudian pemakaian jarum suntik yang harus sekali pakai. Setia pada satu pasangan. Hubungan yang aman dan sebagainya. Ini untuk mencegah penularan lewat darah dan cairan tubuh lainnya,” imbuhnya.

Selain upaya pencegahan, diperlukan pula langkah pengobatan kepada penderita. Dalam hal ini, deteksi dini menjadi hal yang sangat penting dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

”Hepatitis semakin dini ditemukan, semakin baik dan semakin banyak kemungkinan untuk disembuhkan,” jelasnya kepada koran ini.

Ketua Sub Bagian Gastroentero-Hepatologi, KSM Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, DR dr Hery Djagat Purnomo SpPD-KGEH mengatakan bahwa virus hepatitis B ini dapat diobati dan dicegah. Bahkan liver yang sudah terinfeksi sekalipun dapat dikembalikan seperti semula. Meskipun memang harus melalui proses cukup panjang dengan minum obat selama bertahun-tahun.

Baca juga:  Perkuat Jateng, Bidik Nasabah Prioritas

”Temukan sebanyak-banyaknya pasien hepatitis untuk diobati. Sebab, masih banyak penderita yang terinfeksi tidak menyadari karena tidak melakukan tes,” ujar pria yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Cabang Semarang ini.

”Sehingga yang perlu dilakukan adalah tes, diobati dan sembuh,” kata dia. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya