alexametrics

Siapkan Rektor Asing untuk Lima Perguruan Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Rencana Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menggunakan rektor asing di perguruan tinggi di Indonesia kian dimatangkan. Bahkan Menristek Dikti M Nasir telah mengantongi nama perguruan tinggi yang jabatan rektornya bisa diduki oleh rektor asing.

“Presiden sudah menyetujui wacana tersebut. Perguruan tinggi mana saja sudah dijajaki, tahun depan ada sekitar dua atau lima perguruan tinggi yang akan menggunakan rektor asing,” kata Menristekdikti M Nasir,  usai pengambilan sumpah dokter baru ke-227 periode III tahun 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang Kamis (1/8)

Terkait perguruan tinggi mana yang akan menggunakan rektor asing, Nasir masih bungkam. Namun ia tidak menampik jika perguruan tinggi yang ditunjuk bisa dari perguruan tinggi negeri berbadan hukum, perguruan tinggi negeri badan layanan umum, PTN Satker, PTN baru, bahkan perguruan tinggi swasta.  Nasir menjelaskan, jika wacana tersebut nantinya akan dibahas kembali saat rapat kabinet, salah satunya persiapan sistem dan tata kelola.

Baca juga:  Terbangkan Jamaah Umrah Semarang-Jeddah

“Paling utama adalah merubah sistemnya dulu, lalu tata kelola, peraturan pemerintah, peraturan menteri dan peraturan Undang-Undang. Kalau budget seperti gaji rektor, nanti bisa dimasukkan di APBNP dianggaran Kemenkeu,” jelasnya.

Menurutnya, sudah saatnya perguruan tinggi di Indonesia menggunakan rektor asing yang bisa memberikan perubahan yang baik. Apalagi wacana tersebut tersebut muncul lantaran masih sedikitnya univeritas di Indonesia yang bisa bersaing secara internasional. Dari total 4.700 perguruan tinggi yang ada di Indonesia, tercatat hanya ada tiga perguruan tinggi yang bisa bersaing dengan univeritas lain di luar negeri.

“Perguruan tinggi di dunia lainnya sudah biasa menggunakan rektor asing. Memang di negara kita belum terjadi kebiasan tersebut, jadi saya coba agar bisa ada perubahan,” tuturnya.

Baca juga:  Bos Blue Star Ditemukan Meninggal di Bawah Meja 

Ia mencontohkan beberapa negara yang menggunakan rektor asing bisa sukses, misalnya negara Singapura, Hongkong, Taiwan, China sampai Arab Saudi. Bahkan Arab Saudi, yang tidak pernah memiliki pengalaman dikenal sebagai perguruan tinggi kelas dunia telah merangkak menembus peringkat 189 besar dunia. Sebelumnya hanya di 800 peringkat dunia.

Kita pasti bisa, nah bagaimana caranya ya memperbaiki tata kelola dulu. Nanti juga akan ada fit and propertest, bagaimana kualitas dia, networking dia jadi ngga asal pilih,” jelasnya.

Nasir mengaku sudah ada beberapa profesor yang menawarkan diri untuk mendaftar menjadi rektor di Indonesia. Ia menyebut ada profesor dari Korea, Amerika dan Inggris. Khusus untuk profesor dari Korea, bahkan mereka yang sudah meminta. “Sudah ada yang minat. Nanti teknisnya profesor yang ditunjuk akan ada kesepakatan sebagai jaminan, misalnya dalam waktu berapa tahun kwalitas perguruan tinggi tersebut bisa naik,” tegasnya.

Baca juga:  Pasar Kanjengan Baru Masih Sepi, Dari 828 Lapak, Baru 46 yang Ditempati

Sementara itu,  Rektor Undip Prof Yos Johan Utama setuju dengan usulan penggunaan rektor asing dari Menristekdikti. Menurut Yos, perguruan tinggi di Indonesia harus memiliki peringkat dunia, salah satunya adalah Undip yang telah berstatus PTN-BH.“Kalau saya manut saja. Intinya apa yang disampaikan Menteri Nasir saya manut dan setuju,”, jelasnya.

Meski sudah bertemu dengan Nasir, Yos mengaku belum membahas tentang wacana mendatangkan rektor asing.  Ia belum mau berkomentar panjang soal wacana tersebut, namun ia kembali menegaskan akan mengikuti keputusan menteri. “Pak Menteri pendapatnya bagaimana, gitu saja,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya