alexametrics

Pemohon PKPU Datangi BHP Update Pemberesan Pailit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Para pemohon PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) atau kepailitan Arief Pranoto dan Hendra Dwi Prasetijo didampingi tim penasehat hukumnya, Eka Windhiarto, Dwi Saputra dan Kuntowati Sri Haryani, datangi kantor Balai Harta Peninggalan (BHP) Semarang di Jalan Hanoman Raya nomor 25, Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang.

Kedatangan mereka karena tak kunjung mendapat kabar proses pemberesan dari kurator negara dibawah naungan BHP Semarang, terkait penjualan boedel pailit atas perkara kepailitan yang menimpa sepasang suami istri bernama Y Pamungkas Widjajanto dan Tri Purwanti. Keduanya merupakan developer Perumahan Wana Indah Village, Mijen, Semarang.

“Sudah kami surati 2 kali, yang sekarang antar surat ketiga sekaligus audiensi, akhirnya ada pembahasan langsung dengan Ketua BHP Semarang, tapi belum realiasi langsung,” kata tim penasehat hukum pemohon pailit, Eka Windhiarto, dikantor itu.

Baca juga:  Divonis 13 Tahun, Tak Tunjukkan Kesedihan

Menurutnya, pemberesan harta pailit tersebut harus segera dilaksanakan dan kurator wajib melakukan pelaporan setiap tiga bulanan sesuai Pasal 74 ayat 1 Undang-Undang (UU) Kepailitan nomor 37 tahun 2004. Selain itu, juga terkait Pasal 72, yang menyebutkan tentang tanggung jawab kurator dalam melakukan tugas pengurusan dan atau pemberesan yang menyebabkan kerugian terhadap harta pailit.

Menanggapi kedatangan tim tersebut, Ketua BHP Semarang Aris Ideanto, melalui anggota tehnis hukum yang juga kurator negara, Bernardo Da Cruz, mengaku terkait pemberesan semua tetap berjalan. Pihaknya juga memastikan tidak menunda serta tetap melayani masyarakat secara maksimal.

“Besok sudah jalan, kami juga akan sosialisasi dengan kawan-kawan media. Kalau di BHP Semarang ini, yang kurator negara ada 5 orang, seharusnya ada tujuh, tapi sisanya belum diangkat,” sebutnya.

Baca juga:  Adu Banteng dengan Brio, Pemotor Tewas

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Niaga (PN) Semarang dalam putusaanya omor: 18/Pdt.Sus-pailit/2017/PN.NiagaSmg jo 11/Pdt-Sus-Pailit/2017, dalam amarnya memutuskan mengadili menolak permohonan PKPU tetap, menyatakan para termohon PKPU (Y Pamungkas Widjajanto dan Tri Purwanti atau para debitur PKPU) pailit dengan segala hukumnya, kemudian menunjuk hakim Edy Suwanto sebagai hakim pengawas dan mengangkat BHP Semarang sebagai kurator. (jks/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya