alexametrics

Dua Hakim Doktor Bagi Ilmu dalam PKA Ikadin-Unwahas.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Dua narasumber bergelar doktor ilmu hukum dihadirkan dalam Pendidikan Kemahiran Advokat (PKA) angkatan V. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah kembali bekerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) di Aula Fakultas Hukum (FH) Unwahas, Sampangan, Semarang, Jumat (2/8/2019).

Dua narasumber tersebut adalah hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang aktif, Dr Eddy Parulian Siregar, dengan materi yang diulasnya hukum ‘kemahiran menyelesaikan perkara pidana’ dan kedua adalah hakim adhoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada PN Yogyakarta tahun 2006-2016, Dr Hono Sejati, dengan materinya ‘kemahiran menyelesaikan sengketa PHI’.

Dalam paparannya, Hono Sejati menyampaikan, didalam PHI serikat pekerja dan serikat buruh maupun organisasi pengusaha dapat bertindak sebagai kuasa hukum untuk beracara mewakili anggota. Hal itu dikatakannya sesuai undang-undang (UU) nomor 2 tahun 2004 tentang PHI.

Baca juga:  Rayakan Kenaikan Isa Almasih, Gelar Stand Up Comedy

“Kalau tentang advokasi diatur dalam UU nomor 18 tahun 2003, khususnya ada pada pasal 1 ayat 1 dan ayat 2 serta pasal 31 terkait ketentuan pidana,” kata Hono, dihadapan 69 dari beragam profesi, mulai pensiunan polisi, jaksa, mahasiswa ilmu hukum yang sudah lulus mata kuliah hukum acara, swasta dan alumnnus dari sejumlah perguruan tinggi di Jateng.

Sekretaris Ikadin Jateng, Dr Muhammad Rofian, mengatakan pelatihannya akan berlangsung dari 26 Juli hingga 16 Agustus 2019. Adapun para pengajar juga beragam mulai unsur advokat senior, hakim, praktisi hukum, dosen, kejaksaan, psikolog hingga sejumlah pengurus DPP Ikadin. Beberapa diantaranya ada, Agus Nasri, Dr Sofyan Iskandar, Mursito, Agus Jaya Astra, Dr Sudiyana, Prof Dr Mahmutarom, Dr Noviriska, Dr Jawade Hafidz, Dr Hono Sejati, Dr Robert Pasaribu, Dr Edy Lisdiono, Dr Yovita Arie Mangesti, Anto Kustanto, Dr Shidqon Prabowo, Mayor Chk Asnawi, Putri Marlenny, Psi, dan Dr Mastur.

Baca juga:  Tak Ada Rombongan Belajar Tambahan di Tahun Ajaran Baru

Keunggulan Ikadin salah satunya itu pengurus siap memberikan rekomendasi kantor advokat yang nanti bisa dijadikan tempat magang, sebelum penyumpahan kepada para peserta yang membutuhkan. Sehingga calon advokat tersebut nanti bisa lebih mudah menggali dan mempraktekkan ilmunya di lapangan sebelum dilantik.

Sementara itu, Dekan FH Unwahas, Dr Mastur menyebutkan, PKA Ikadin angkatan V ini tidak hanya diikuti oleh sarjana hukum. Melainkan juga banyak mahasiswa akhir fakultas hukum yang ikut dalam PKA. Menurutnya melalui PKA Ikadin tersebut akan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa semester akhir atau yang sudah lulus hukum acara.

“Kami berharap seluruh peserta PKA akan memperoleh manfaat ketika nanti terjun sebagai seorang advokat dan memiliki kantor sendiri,” sebutnya. (jks/ap)

Baca juga:  Korsleting Listrik, Bengkel Variasi Mobil Ludes Merembet Toko Mebel dan Rumah Warga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya