alexametrics

367 SMA Terapkan Kurikulum Antikorupsi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 367 SMA/SMK di Jateng mencanangkan diri sebagai sekolah berintegritas. Menyusul 23 SMA/SMK yang telah lebih dulu menjadi sekolah percontohan. Sekolah-sekolah ini akan menerapkan sistem pembelajaran berbasis antikorupsi.

Dari 367 sekolah tersebut, dikatakan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng, Jumeri, 160 di antaranya adalah SMA Negeri. Sekolah-sekolah ini nantinya akan mendapat pengawalan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari KPK, juga sudah ada buku-buku pelajaran yang diintegrasikan dengan pendidikan antikorupsi untuk diterapkan di sekolah-sekolah ini. ”Kami akan pelajari buku-buku itu sebelum diterapkan di sekolah-sekolah,” ujar Jumeri.

Sesuai Peraturan Gubernur nomor 10 tahun 2019, Disdikbud Jateng mengimbau kepada Dinas Pendidikan (Disdik) di kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama. Dalam hal ini, Disdikbud Jateng berkoordinasi dengan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng dan KPK untuk memberikan pengarahan.

Baca juga:  Hendi Berkomitmen Selesaikan Proyek yang Tertunda karena Covid-19

Jumeri mengatakan, selain paparan dari KPK mengenai sekolah berintegritas dengan kurikulum antikorupsi, pengarahan juga diberikan oleh 23 sekolah percontohan. Nantinya, setiap 6 bulan sekali akan dilakukan evaluasi pada sekolah-sekolah ini. ”Targetnya 367 sekolah itu bakal mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi di mata pelajaran (mapel) pada akhir Agustus mendatang,” ujar Jumeri.

”Tapi ini untuk menjadi sekolah berintegritas, sifatnya memang sukarela. Mereka yang mengajukan diri,” imbuhnya.

Dikatakan, Disdik Kabupaten/Kota telah menyampaikan kesanggupan untuk menjadi sekolah berintegritas. Saat ini sedang disiapkan draft sebagai acuan penerapan pendidikan antikorupsi bagi siswa pada mata pelajaran.

”Saat ini, sedang mengerjakan proses implementasi karena memang masih dibutuhkan sinergi. Misalnya di PKn, pendidikan karakter akan dimasukkan di ekstrakurikuler. Kemudian kami melakukan sosialisasi lewat media-media kekinian lewat film pendek misalnya,” jelasnya.

Baca juga:  Habib Luthfi Sandang Gelar Kehormatan dari Unnes

Sementara secara kelembagaan sekolah, KPK juga telah menyiapkan draft panduan agar pejabat sekolah tidak terjebak dalam tindak koruptif. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya