alexametrics

Rekrutmen ASN, 70 Persen untuk PPPK

Tenaga Administrasi Dipangkas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Pemerintah pusat segera merekrut 175.000 aparatur sipil negara (ASN) tahun ini. Terdiri atas 100.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 75.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tidak berbeda dari tahun lalu, prioritas perekrutan diarahkan para profesi guru dan tenaga kesehatan di pusat kesehatan masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Wisnu Zaroh mengatakan bahwa untuk Jateng belum diketahui berapa jumlah dan formasi yang akan dibuka. Untuk urusan ini, yang menentukan adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). ”Kami dapat berapa belum tahu. Lowongan CPNS maupun P3K, saat ini masih dalam proses,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (31/7) kemarin.

Baca juga:  Dibunuh, Dilempar dari Jalan Tol

Dijelaskannya, dalam hal ini, BKD Jateng secara berkala selalu meng-update kebutuhan formasi CPNS, PNS maupun PPPK di website KemenPAN-RB. Dari update data ini, kementerian akan menghitung mengenai jumlah, yang sudah tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

”Baru nanti provinsi menentukan untuk kepentingan jabatan apa yang dibutuhkan. Berdasarkan analisa beban kerja dengan memperhatikan jabatan-jabatan yang memang dibutuhkan untuk mendukung visi misi gubernur,” ujarnya menjelaskan.

Meski demikian, dirinya memastikan dari jumlah yang akan dibuka, 70 persennya khusus untuk PPPK. Tidak boleh ditawar. PPPK pun juga belum dibuka untuk umum karena untuk menyelesaikan kekurangan tahun lalu.

”Untuk yang kemarin belum lolos, guru honorer dan rumah sakit masih kami tangani dulu,” ujarnya sembari mengatakan bahwa diperkirakan perekrutan akan dilakukan antara bulan September dan Oktober mendatang. Serentak secara nasional.

Baca juga:  AC Kurang Dingin Paling Banyak Dikeluhkan Penumpang Trans Semarang

Secara umum, prioritas Jateng masih sejalan dengan pemerintah pusat yang mengarahkan pada profesi guru dan tenaga kesehatan. Juga infratruktur, sama dengan tahun lalu. Tidak menutup kemungkinan, ada peluang untuk tenaga di bidang pariwisata mengingat sektor ini tengah digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah maupun nasional. Mengenai bidang ini, Jateng sudah beberapa kali mengusulkan.

”Yang jelas untuk tenaga administrasi sangat minim. Karena kebanyakan tenaga administrasi yang tugasnya bisa diganti dengan aplikasi, atau pengembangan teknologi. Sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak,” imbuhnya.

Wisnu menekankan, ke depan yang dibutuhkan adalah tenaga PNS maupun PPPK yang bersifat teknis dan mendukung visi-sisi kepala daerah. Serta sesuai dengan kebutuhan daerah. (sga/ida)

Baca juga:  Perekonomian Jateng Tumbuh 5,66 Persen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya